Berita Populer

Original Meaning dalam Penemuan Hukum: Jangkar Hakim PN agar Tak Jadi Pembuat Undang-Undang

Akademisi Hukum Jatim Desak APH Terapkan Pemberatan Pidana bagi Pelaku Pelecehan Disabilitas

Bongkar Skandal Dana CSR, Tim Investigasi ETH Kaltim Seret Perusahaan Nakal ke Meja Pansus DPRD

Gambar Ilustrasi dibuat dengan AI

Operasi Senyap Kembali Dilancarkan KPK, Bupati Tulungagung dan 15 Orang Lainnya Diamankan di Jawa Timur

Operasi Senyap Kembali Dilancarkan KPK, Bupati Tulungagung dan 15 Orang Lainnya Diamankan di Jawa Timur

Gambar Ilustrasi dibuat dengan AI

Jakarta, LIRANEWS.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jawa Timur. Dalam operasi senyap yang berlangsung pada Jumat (10/04/2026) ini, tim penindakan lembaga antirasuah berhasil mengamankan Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, beserta 15 orang lainnya .

Kepastian penangkapan tersebut dibenarkan langsung oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, saat dikonfirmasi oleh wartawan. “Benar,” ujar Fitroh singkat, seraya membenarkan bahwa kepala daerah setempat turut diamankan dalam operasi tersebut .

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, memberikan rincian lebih lanjut bahwa total pihak yang diamankan dalam operasi ini mencapai 16 orang.

“Tim mengamankan sejumlah 16 orang, salah satunya adalah Bupati Tulungagung,” kata Budi Prasetyo di Jakarta, Jumat malam .

Meskipun KPK belum merinci secara detail konstruksi perkara yang menjerat para pejabat tersebut, Tim KPK langsung bergerak cepat dengan melakukan pemeriksaan maraton dan penggeledahan di sejumlah lokasi strategis di Tulungagung.

Pemeriksaan Maraton di Mapolres dan Penggeledahan di Dinas PUPR

Sejak Jumat siang, aktivitas penyidikan terpantau sibuk di Mapolres Tulungagung. Bupati Gatut Sunu Wibowo langsung dibawa tim KPK menuju Gedung Merah Putih di Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, setidaknya 11 pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta seorang ajudan bupati menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres setempat mulai pukul 19.00 WIB .

Sejumlah pejabat yang terlihat memenuhi panggilan pemeriksaan antara lain Penjabat Sekda Tulungagung Soeroto, Kabag Kesra Makrus Manan, Kabag Pemerintahan Arif Efendi, Kepala Satpol PP Hartono, serta sejumlah kepala dinas dan badan seperti Kepala BPKAD dan Kepala Dinas PUPR .

Selain pemeriksaan terhadap saksi, Tim KPK juga melakukan penggeledahan di dua lokasi vital. Penyidik menyisir Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso. Dari lokasi-lokasi tersebut, petugas menyita sejumlah dokumen dan koper yang diduga kuat berkaitan dengan proyek infrastruktur dan administrasi pemerintahan .

OTT ke-10 Sepanjang 2026

Penangkapan terhadap Bupati Tulungagung ini merupakan operasi tangkap tangan kesepuluh yang dilakukan KPK sepanjang tahun 2026. Angka ini menunjukkan tingginya intensitas lembaga antirasuah dalam memberantas korupsi, terutama di lingkup kepala daerah. Sepanjang awal tahun 2026, KPK telah menangkap sejumlah kepala daerah lain seperti Wali Kota Madiun Maidi, Bupati Pati Sudewo, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, hingga Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman .

Saat ini, KPK tengah berlomba dengan waktu. Sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), lembaga antirasuah memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan, apakah akan ditingkatkan menjadi tersangka atau tidak. Status hukum resmi para pihak direncanakan akan diumumkan dalam konferensi pers dalam waktu dekat.

Laporan: Biro Jakarta | Editor: Redaksi LIRANEWS.co | Penulis: Yusri

Previous Post

BPK Mulai Periksa Laporan Keuangan 2025, Soroti Dana Hibah hingga Mutasi

Next Post

DLH Bontang Diduga Cuci Tangan, FP2L: Klarifikasi Tak Menjawab Substansi dan Timbulkan Maladministrasi

Add a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *