Berita Populer

Memanfaatkan Arbitrase untuk Sengketa Kepailitan Lintas Batas, Sebuah Keniscayaan di Era Global?

Breaking News! Kejagung Resmi Tahan Ketua Ombudsman RI Hery Susanto, Tersangka Korupsi Tata Kelola Nikel

Rudy Mas’ud Bantah Punya Kaitan dengan PT Barokah Karya Energi dan Gelapkan Pajak

Foto: Warga sekitar yang terlibat langsung sebagai relawan SPPG Lhok Tunggul

Klarifikasi Owner Dapur SPPG Lhok Tunggul: Tak Ada Debu Batu Bara Seperti Diberitakan

Klarifikasi Owner Dapur SPPG Lhok Tunggul: Tak Ada Debu Batu Bara Seperti Diberitakan

Foto: Warga sekitar yang terlibat langsung sebagai relawan SPPG Lhok Tunggul

Bontang, LIRANEWS.co – Naniek Rahayu Effendy, yang akrab disapa Mbak Nana, selaku Owner Dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Lhok Tunggul, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang menyebutkan adanya masalah debu batu bara di sekitar dapur tersebut. Menurut Mbak Nana, informasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Dalam pernyataannya, Mbak Nana menjelaskan bahwa sebelum pembangunan dapur dilakukan, timnya telah melakukan survei dan pengamatan langsung terkait potensi debu batu bara dari PLTU GPK (Pembangkit Listrik Tenaga Uap). Mereka juga menggali informasi dari warga yang rumahnya berdekatan dengan kawasan pabrik.

“Hasil survei dan keterangan warga sekitar menyebutkan bahwa debu batu bara tidak seperti yang diberitakan. Itu sudah kami buktikan sendiri. Sejak selesai pembangunan gedung pada bulan Januari hingga saat ini, tidak pernah ada debu batu bara yang mengenai dapur kami,” ujar Mbak Nana, Kamis (9/4/2025).

Ia menegaskan bahwa sejak awal pembangunan, dapur tersebut melibatkan masyarakat setempat sebagai tenaga kerja. Mulai dari proses konstruksi hingga menjadi relawan dapur, semuanya berasal dari warga Lhok Tunggul.

“Selama pembangunan, kami melibatkan masyarakat sekitar untuk membangun. Ini bisa dibuktikan dengan foto-foto dokumentasi serta keterangan langsung dari warga yang ikut serta menjadi pekerja dan pemborong dapur kami. Untuk relawan dapur juga 100 persen dari warga Lhok Tunggul,” ungkapnya.

Dengan adanya klarifikasi ini, Mbak Nana berharap pemberitaan yang tidak akurat dapat diluruskan demi menjaga kepercayaan publik serta semangat kebersamaan yang sudah terbangun antara pihak dapur dan masyarakat sekitar.

“Kami transparan dan siap menunjukkan bukti-bukti di lapangan. Tidak ada yang perlu ditutup-tutupi,” pungkas Mbak Nana.

Laporan: Biro Bontang | Editor: Redaksi LIRANEWS.co | Penulis: Yusri

Previous Post

Hakim PN Kotabumi Jatuhkan Pidana Pengawasan kepada ABK Pelajar Terbukti Aniaya Guru

Next Post

Geram Kinerja DLH Dianggap Tak Profesional, Ketua FP2L Desak Kadis Lingkungan Hidup Bontang Mundur

Add a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *