FP2L Bontang Sorot Lokasi SPPG di Lok Tunggul: Dinilai Tidak Aman dan Berbahaya

Bontang, LIRANEWS.co – Forum Pemuda Peduli Lingkungan (FP2L) Bontang mempertanyakan keberadaan Satuan Pendidikan Paud Sejenis (SPPG) yang berlokasi di kawasan Lok Tunggul, Kelurahan Bonles. Pasalnya, posisi penempatan SPPG tersebut dinilai tidak aman dan berpotensi membahayakan anak-anak serta warga sekitar.
Ketua FP2L Bontang mengungkapkan kekhawatirannya setelah melakukan pantauan langsung ke lokasi. Menurutnya, SPPG tersebut berada tepat bersebelahan dengan gudang penumpukan batu bara milik PT. GPK.
“Kami mendapati adanya posisi penempatan SPPG yang tidak aman. Kami mempertanyakan, apakah lokasi ini sudah memenuhi syarat sebagai tempat pendidikan? Dari pantauan kami, abu batu bara dari gudang penumpukan PT. GPK sangat berbahaya bagi warga Lok Tunggul dan khususnya SPPG yang berjarak sangat dekat dengan gudang tersebut,” ujar perwakilan FP2L, Senin (7/4/2025).
Tak hanya soal jarak yang membahayakan, FP2L juga menyoroti tidak adanya keterlibatan perangkat wilayah setempat dalam proses perencanaan hingga pendirian SPPG tersebut. Pengakuan Ketua RT 15 setempat menyebutkan bahwa dirinya tidak pernah dilibatkan sejak awal berdirinya SPPG di wilayah Lok Tunggul.
“Padahal peran RT sangat penting dalam wilayah tugasnya, termasuk memberikan masukan terkait kelayakan lokasi untuk fasilitas umum seperti SPPG. Namun faktanya, kami (pengurus RT) merasa tidak pernah dilibatkan,” tegasnya.
Lebih lanjut, FP2L mempertanyakan proses analisis dan survei yang dilakukan oleh pihak terkait sebelum menetapkan lokasi tersebut. Mereka menduga ada kelalaian dalam prosedur penetapan lokasi SPPG yang seharusnya mengutamakan aspek keselamatan dan kesehatan.
“Bagaimana bisa lokasi SPPG tersebut lolos dari survei? Apakah tidak ada analisis dari pihak terkait sebelum ditetapkan? Ini pertanyaan serius yang harus dijawab,” tambahnya.
FP2L mendesak pemerintah kota dan instansi terkait untuk segera mengambil tindakan tegas serta melakukan evaluasi menyeluruh. Mereka meminta agar SPPG tersebut segera dipindahkan ke lokasi yang jauh lebih aman sebelum timbul korban akibat dampak abu batu bara.
“Harus ada tindakan dan evaluasi dari pihak terkait sebelum ada korban. Dampak abu batu bara ini tidak bisa dianggap remeh. Kami minta SPPG segera dipindahkan ke lokasi yang jauh lebih aman demi masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT. GPK dan Dinas Pendidikan Kota Bontang Bbelum memberikan tanggapan resmi terkait temuan FP2L tersebut.
Laporan : Biro Bontang | Editor : Redaksi LIRANEWS.co | Penulis : Yusri








