Berita Populer

Kontrol Publik Anggaran Pendidikan, JAMPER Kaltim Soroti Temuan BPK soal Dana BOS Kutim

Halal Bihalal Demokrat Gresik Jadi Ajang Konsolidasi, Target 7 Kursi DPRD di Pemilu 2029

KISAH INSPIRATIF: Tak Berebut Anggaran, Wanita Ini Bangun “Kerajaan” Mandiri untuk 15.000 Santri Gratis

Kepemimpinan Berintegritas: Rekam Jejak Andi Faizal Sofyan Hasdam dalam Dua Periode Memimpin DPRD Kota Bontang

Kepemimpinan Berintegritas: Rekam Jejak Andi Faizal Sofyan Hasdam dalam Dua Periode Memimpin DPRD Kota Bontang

Oleh: Eko Yulianto, S.H.
Praktisi Hukum dan Aktivis LSM LIRA

Foto: Andi Faizal Sofyan Hasdam, S.H., S.IP.

Di tengah dinamika politik daerah yang kerap diwarnai kepentingan sesaat, hadirnya figur pemimpin yang konsisten dan berorientasi pada kepentingan publik menjadi angin segar bagi masyarakat Kota Bontang. Andi Faizal Sofyan Hasdam, S.H., S.IP., adalah salah satu nama yang patut dicatat dalam lembaran sejarah kepemimpinan daerah di Kalimantan Timur. Memasuki periode keduanya sebagai Ketua DPRD Kota Bontang (2019-2024 dan 2024-2029), rekam jejak kepemimpinannya menunjukkan konsistensi dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan dengan pendekatan yang visioner dan berkeadilan sosial .

Sebagai praktisi hukum yang selama ini mengamati dinamika politik di Bontang, saya menilai bahwa kepemimpinan Andi Faizal membawa warna baru dalam khasanah politik lokal. Ia tidak hanya mewarisi nama besar keluarga sebagai putra dari mantan Wali Kota Bontang dua periode Andi Sofyan Hasdam dan merupakan putra dari Wali Kota Bontang saat ini Neni Moerniaeni, tetapi lebih dari itu, ia mampu membangun legacy kepemimpinannya sendiri yang matang dan berkarakter .

Foto: DR. dr. H. Andi Sofyan Hasdam, Sp.S.

Salah satu hal yang paling menonjol dari kepemimpinan Andi Faizal adalah pemahamannya yang mendalam tentang relasi antara politik dan kesejahteraan sosial. Dalam berbagai kesempatan, ia kerap menyampaikan bahwa politik tanpa kebijakan yang memanusiakan tidak memiliki arti. Perspektif ini penting karena menjadi landasan filosofis dalam setiap pengambilan kebijakan di DPRD Kota Bontang .

Di usia yang relatif muda lahir 14 Januari 1985 Andi Faizal telah menunjukkan kedewasaan berpikir yang melampaui usianya. Ia memahami bahwa politik bukan sekadar arena kekuasaan, melainkan wadah untuk merumuskan kebijakan yang menyentuh seluruh aspek kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, jaminan sosial, hingga perlindungan sosial. Pendekatan ini selaras dengan konsep transformasi sosial yang kerap ia gaungkan, di mana stabilitas politik harus melahirkan perubahan masyarakat ke arah yang lebih baik .

Rekam jejak Andi Faizal dalam dua periode kepemimpinannya juga ditandai dengan komitmen kuat terhadap kelestarian lingkungan. Prestasi ini diakui hingga tingkat nasional melalui penghargaan Green Leadership Nirwasita Tantra yang diterimanya dua kali berturut-turut dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan .

Foto: dr.Hj. Neni Meorniaeni, Sp. OG.

Penghargaan ini diberikan atas kepemimpinan yang mempunyai perspektif lingkungan, memegang semangat proaktif, penuh inisiatif dan kreatif terhadap kepentingan orang banyak dan alam semesta. Lebih dari sekadar piala, penghargaan ini membuktikan bahwa di bawah kepemimpinan Andi Faizal, DPRD Bontang konsisten mengawal keseimbangan antara daya topang ekologi dan pembangunan, baik fisik maupun nonfisik. Ia berhasil membuktikan bahwa Kota Bontang, sebagai kota industri, tetap dapat mempertahankan identitasnya sebagai kota yang hijau dan berkelanjutan .

“Sustainable development” bukan sekadar slogan bagi Andi Faizal. Melalui dukungan anggaran dan program-program penanggulangan banjir serta kebijakan ramah lingkungan lainnya, ia memastikan bahwa pembangunan di Bontang tidak mengorbankan kepentingan generasi mendatang. Penghargaan ini, seperti yang ia katakan, adalah hasil kerja bersama seluruh anggota DPRD dan komitmen berkelanjutan untuk menjadikan Bontang lebih baik.

Foto: Shemmy Permata Sari, S.H.

Tahun 2025 menjadi ujian penting bagi kepemimpinan Andi Faizal terkait sengketa Kampung Sidrap antara Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Timur. Ketika banyak pihak berusaha memanaskan situasi dan memperpanjang polemik, Andi Faizal justru menunjukkan sikap kenegarawanan yang patut diapresiasi .

Setelah Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa kawasan Kampung Sidrap tetap menjadi wilayah Kutai Timur, Andi Faizal dengan tegas menyatakan menerima putusan tersebut sebagai keputusan final dan mengikat.

“Saya tidak mau berpolemik dengan siapapun. Saya hormat dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur,” ujarnya, menunjukkan kedewasaan politik dan penghormatan terhadap hukum .

Namun yang lebih penting, di tengah situasi yang sensitif, Andi Faizal tetap membuka ruang aspirasi bagi warga Kampung Sidrap yang ingin mengajukan petisi ke pemerintah pusat. Ia membedakan secara tegas antara putusan MK yang final dengan hak warga untuk menyampaikan aspirasi.

“Siapapun rakyat yang ingin berjuang menyalurkan aspirasi kepada Pemkot Bontang, ya kami selaku penyelenggaraan negara di daerah pasti akan fasilitasi,” tegasnya .

Sikap ini menunjukkan kematangan seorang pemimpin yang mampu berpikir jernih di tengah tekanan, tidak mudah terprovokasi, namun tetap membuka pintu dialog bagi masyarakat. Ini adalah kualitas kepemimpinan yang langka di tengah budaya politik yang kerap konfrontatif.

Memasuki periode kedua, Andi Faizal semakin menunjukkan ketajaman dalam menjalankan fungsi pengawasan DPRD. Contoh nyata adalah sorotan kritisnya terhadap proyek pembangunan Tugu PKK senilai Rp700 juta yang dinilainya mengecewakan. Ia tidak segan menyoroti cat yang belang-belang hingga desain yang dianggap membahayakan pengendara .

Kritik yang disampaikan bukan sekadar mencari-cari kesalahan, melainkan dorongan untuk perbaikan.

“Sangat disayangkan kalau dikatakan sudah rampung, karena hasilnya masih jauh dari sempurna,” ujarnya. Ia juga menyoroti lemahnya perencanaan dari dinas terkait, tidak hanya pada satu proyek tetapi juga proyek pembangunan lain di Kota Bontang .

Pengawasan yang tajam namun konstruktif ini membuktikan bahwa Andi Faizal serius mengemban amanah rakyat. Ia memastikan setiap rupiah anggaran daerah digunakan secara efisien dan menghasilkan output yang berkualitas untuk masyarakat.

Di luar tugasnya sebagai Ketua DPRD, Andi Faizal juga dipercaya memimpin Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Bontang periode 2025-2030. Pemilihan secara aklamasi oleh 27 pemilik suara menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat Sulawesi Selatan di Bontang terhadap kepemimpinannya .

Dalam kapasitasnya ini, Andi Faizal berkomitmen menjadikan KKSS sebagai wadah kebersamaan sekaligus rumah besar bagi semua warga perantau asal Sulawesi Selatan.

“KKSS harus hadir sebagai penghubung, menjadi perekat, dan memberikan solusi. Semua lapisan harus dirangkul, dari pelaku UMKM, pedagang, hingga pejabat,” ujarnya .

Kepemimpinan di organisasi kemasyarakatan ini melengkapi profil Andi Faizal sebagai pemimpin yang tidak hanya kuat di ranah formal pemerintahan, tetapi juga memiliki akar yang kokoh di masyarakat.

Memasuki periode kedua, Andi Faizal bertekad memaksimalkan pengawalan pembangunan di Kota Bontang. Ia menekankan pentingnya transparansi dan efisiensi dalam fungsi penganggaran DPRD untuk mendukung program pembangunan. Evaluasi kinerja masa sebelumnya menjadi acuan untuk perbaikan ke depan .

Yang paling penting, Andi Faizal memahami bahwa koordinasi dan kolaborasi yang baik adalah fondasi utama untuk mencapai visi pembangunan. Ia terus membangun sinergi dengan Pemerintah Kota Bontang dan seluruh pemangku kepentingan, memastikan bahwa DPRD berperan optimal sebagai mitra strategis dalam membangun Bontang .

Foto: dr. H. Andi Satya Adi Saputra, Sp.OG, M.Kes.

Setelah mengamati perjalanan kepemimpinan Andi Faizal Sofyan Hasdam selama dua periode, saya berkesimpulan bahwa Bontang beruntung memiliki figur pemimpin muda yang visioner, negarawan, dan berintegritas. Ia membuktikan bahwa kepemimpinan tidak diukur dari lamanya menjabat, tetapi dari kualitas dan dampak kebijakan terhadap masyarakat.

Di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks, kepemimpinan Andi Faizal memberikan harapan bahwa politik dapat dijalankan dengan bermartabat, mengedepankan kepentingan publik, dan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Semoga komitmen dan dedikasi ini terus terjaga, membawa Kota Bontang menuju masa depan yang lebih cerah dan berkeadilan.

Wallahu a’lam bish-shawab.


Tentang Penulis:

Eko Yulianto, S.H. adalah seorang praktisi hukum yang berorientasi sosial kemasyarakatan (Social Oriented), kerap memberikan bantuan hukum kepada masyarakat kecil dan kelompok marginal dalam mencari keadilandikenal aktif sebagai Penggiat Anti Korupsi di daerah khususnya Kota Bontang, Kalimantan Timur, dan saat ini dipercaya memegang jabatan di beberapa organisasi kemasyarakatan, diantaranya sebagai Walikota (Ketua) DPD LSM LIRA Kota Bontang, Ketua PC LPBH NU Kota Bontang, Biro Hukum Elang Tiga Hambalang (ETH) Kaltim, Ketua Indonesian Tax Care (INTAC) Kaltim, dan Wakil Ketua PWJT Kota Bontang. (Red)

Previous Post

Sinergi untuk Industri: Mengenal Tugas Pokok dan Fungsi KSOP Bontang dalam Melayani Masyarakat

Next Post

Demi Kebenaran, Babysitter Asal Muratara Pilih Dipenjara Ketimbang Akui Fitnah: “Saya Tidak Bersalah!”

Add a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *