Banjir Rob Rendam Sejumlah Wilayah di Malinau, Warga: “Wees Garek Ngelakoni, Sabar Wes”

MALINAU, LIRANEWS.CO | Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Malinau sejak beberapa hari terakhir membawa dampak serius bagi warga di sejumlah wilayah. Banjir rob mulai merendam pemukiman dan ruas jalan utama, membuat aktivitas masyarakat lumpuh total.
Ironisnya, informasi mengenai cepatnya peningkatan debit air lebih dulu diterima warga melalui pesan berantai, sebelum peringatan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat turun ke lapangan.

Seperti dikutip dari pesan WhatsApp yang diterima awak media, Rabu (18/3/2026) dini hari, seorang warga Desa Malinau Selatan Hilir sudah mengingatkan kerabatnya sejak pukul 23.47 Wita.
“Jaga-jaga dan hati-hati kamu dorqng yang di hilir itu yah, hujannya ini sejak malam hari dan kondisi air sungai makin naik. Jangan ko lengah-lengah,” ungkapnya dengan nada waspada.
Di Desa Malinau Kota, khususnya RT 20, warga mengaku sudah mulai kebingungan karena akses keluar rumah terputus. Dengan nada lirih, seorang warga setempat mengungkapkan kepasrahannya.
“Endak bisa kemana-mana lor, wees garek ngelakoni, sabar wes opo jaro la, bismillahirrohmaiirrahiim seng penting sehat gusti alloh,” tuturnya.
Sementara itu, warga RT 4 Desa Setulang juga mulai dilanda kecemasan. Badan jalan aspal di wilayah tersebut sudah mulai tertutup air sungai yang meluap. Mereka berharap kondisi tidak semakin memburuk, meski kenyataan di lapangan menunjukkan sebaliknya.
“Kami hanya bisa berharap air tidak semakin naik, tapi kalau dilihat dari kondisi sekarang, kami sudah siap-siap untuk mengungsi,” ujar salah satu tokoh warga setempat.
Tak hanya wilayah pinggiran, areal pusat Kota Malinau di kawasan RT 04 Pulau Betung juga tak luput dari genangan banjir. Air mulai merendam pemukiman padat penduduk dan ruas jalan utama yang biasa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Akibatnya, sebagian badan jalan terpaksa ditutup untuk keselamatan pengendara. Gelombang air yang masuk ke rumah-rumah warga membuat mereka harus rela menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.
“Jadi kepada pelintas jalan, kami mohon maaf apabila sebagian badan jalan kami tutup, akibat dari gelombang air yang masuk kedalam rumah kami,” tutup salah seorang warga RT 04 Pulau Betung.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari BPBD Kabupaten Malinau mengenai langkah tanggap darurat atau evakuasi bagi warga terdampak. Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan mengingat ketinggian air yang terus menunjukkan peningkatan.
Laporan: Biro Malinau | Editor: Redaksi LIRANEWS.co | Penulis: Jefry Musa Bani








