Berita Populer

Mempererat Silaturahmi di Malam Penuh Berkah: Yayasan Permata Gelar Buka Puasa Bersama Peringati Nuzulul Quran

JUMAT KERAMAT: BPK Ungkap Kekurangan Volume Tujuh Paket Pemeliharaan di Bontang, Rugikan Negara Rp66 Juta

MK Hapus Frasa “Tidak Langsung” dalam Pasal 21 UU Tipikor, Hentikan Ancaman Pasal Karet bagi Advokat dan Jurnalis

Aktivis Lingkungan Dukung Nurdiansyah Alasta Pimpin Demokrat Aceh, Dinilai Konsisten Berantas Tambang Ilegal dan Pulihkan Ekosistem

Aktivis Lingkungan Dukung Nurdiansyah Alasta Pimpin Demokrat Aceh, Dinilai Konsisten Berantas Tambang Ilegal dan Pulihkan Ekosistem

BANDA ACEH, LIRANEWS.co | Konsistensi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Partai Demokrat, drh. Nurdiansyah Alasta, M.Kes, dalam pemulihan ekosistem kawasan pedalaman Aceh, mendapat apresiasi dan dukungan politik dari kalangan masyarakat sipil. Seorang pegiat lingkungan menilai Nurdiansyah sebagai sosok paling layak untuk memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Aceh ke depan.

Penilaian tersebut disampaikan oleh Fajriansyah, pegiat lingkungan GENTALA (Generasi Pecinta Alam) yang juga menjabat sebagai Ketua Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Aceh Tenggara. Ia menilai, Nurdiansyah Alasta telah secara konsisten memusatkan perhatian pada program pemulihan dan pelestarian kawasan hutan di pedalaman Aceh, yang berfungsi sebagai daerah serapan air utama.

“Langkah ini merupakan bentuk kebijakan pengurangan risiko bencana berbasis ekosistem yang visioner dan mendalam,” tegas Fajriansyah, Jumat (7/2/2025). “Dengan memperbaiki fungsi hidrologis di hulu melalui peningkatan tutupan hutan, beliau sesungguhnya sedang membangun infrastruktur alami yang berperan sebagai penahan terhadap bencana banjir.”

Fajriansyah menambahkan, pendekatan yang diusung Nurdiansyah dinilai lebih strategis dan berkelanjutan dibandingkan intervensi program yang bersifat reaktif dan temporer.

Komitmen Nurdiansyah terhadap lingkungan juga tercermin dari sikap tegasnya sebagai anggota Panitia Khusus Mineral dan Batubara (Pansus Minerba) DPRA dalam menolak praktik pertambangan ilegal. Praktik tersebut kerap menjadi pemicu utama kerusakan ekosistem dan bencana di Aceh.

“Sikap konsisten ini memperkuat kredibilitasnya sebagai politisi yang memiliki pemahaman ekologis yang tinggi dan visioner,” ujar Fajriansyah.

Dukungan dari komunitas pegiat lingkungan ini memberikan dimensi baru pada dinamika internal Partai Demokrat Aceh, yang sedang mempersiapkan Musyawarah Daerah (Musda) 2026. Nurdiansyah Alasta, yang juga Bendahara DPD Partai Demokrat Aceh dan mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPRA, disebut-sebut sebagai salah satu calon utama ketua DPD.

Dari sisi elektoral, kepemimpinan Nurdiansyah yang memiliki rekam jejak nyata di bidang lingkungan dinilai dapat menjadi perubahan strategis. Hal itu berpotensi menarik dukungan dari pemilih muda, masyarakat pedesaan, serta kalangan profesional dan akademisi yang kritis terhadap isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Saat dikonfirmasi, Nurdiansyah Alasta menyatakan bahwa komitmennya dalam pemulihan hutan dan penolakan terhadap tambang ilegal adalah bentuk pertanggungjawaban moralnya sebagai wakil rakyat.

“Fungsi ekologis hutan hulu adalah kepentingan bersama yang mendasar. Mengalokasikan sumber daya untuk menjamin kelestariannya dan menolak praktik tambang ilegal yang merusak bukan sekadar memenuhi aspirasi pemilih, melainkan memenuhi kewajiban konstitusional dan moral,” jelas Nurdiansyah.

Ia menegaskan, langkah tersebut merupakan strategi untuk pengurangan risiko bencana dan menjamin masa depan Aceh yang lebih baik.

Dukungan terbuka dari aktivis lingkungan ini semakin menguatkan posisi Nurdiansyah Alasta dalam kancah perebutan kursi ketua DPD Partai Demokrat Aceh, sekaligus menempatkan isu lingkungan dan keberlanjutan sebagai narasi penting dalam politik lokal. (*)

Laporan: Biro Banda Aceh | Editor: Redaksi LIRANEWS.co | Penulis: Kombih

Previous Post

BREAKING NEWS: Kejati Kaltara Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Korupsi Hibah APPS Pariwisata ASITA

Next Post

DPRD Kaltara Gelar Reses di Malinau, Dengarkan Aspirasi Petani hingga Keluhan Fasilitas Publik

Add a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *