Berita Populer

Kontrol Publik Anggaran Pendidikan, JAMPER Kaltim Soroti Temuan BPK soal Dana BOS Kutim

Halal Bihalal Demokrat Gresik Jadi Ajang Konsolidasi, Target 7 Kursi DPRD di Pemilu 2029

KISAH INSPIRATIF: Tak Berebut Anggaran, Wanita Ini Bangun “Kerajaan” Mandiri untuk 15.000 Santri Gratis

Sinergi untuk Industri: Mengenal Tugas Pokok dan Fungsi KSOP Bontang dalam Melayani Masyarakat

Sinergi untuk Industri: Mengenal Tugas Pokok dan Fungsi KSOP Bontang dalam Melayani Masyarakat

BONTANG, LIRANEWS.CO | Di balik lancarnya arus logistik yang menjadi denyut nadi kota industri Bontang, ada peran vital dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Bontang. Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, KSOP Bontang memiliki tugas pokok dan fungsi strategis, tidak hanya sebagai regulator keselamatan pelayaran tetapi juga sebagai pelayan publik dan mitra sinergis pemerintah daerah .

Baru-baru ini, sinergi tersebut kembali ditegaskan melalui kunjungan kerja Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, ke kantor KSOP yang dipimpin oleh Capt. Kristina Anthon. Momen tersebut menjadi sorotan sekaligus pintu masuk untuk memahami lebih dalam tentang apa saja tugas dan fungsi lembaga ini dalam melayani masyarakat, khususnya di wilayah industri.

Secara umum, KSOP memiliki tugas pokok yang dapat dilihat dalam tiga peran utama. Pertama, sebagai regulator yang menyusun sistem dan prosedur standar (SOP) di pelabuhan. Kedua, sebagai pengawas dan penegak hukum di bidang keselamatan dan keamanan pelayaran. Ketiga, sebagai koordinator kegiatan pemerintahan di pelabuhan, memastikan semua instansi bekerja selaras.

Di Bontang, tugas-tugas ini diemban dengan fokus pada karakteristik wilayah sebagai kota penyangga industri dengan 10 pelabuhan, baik yang berstatus pelabuhan umum maupun terminal khusus (Tersus) dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS).

Dalam menjalankan tugasnya, KSOP menyelenggarakan berbagai fungsi krusial. Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan dan praktik di lapangan, berikut adalah fungsi-fungsi utama yang dijalankan oleh KSOP Bontang di bawah kepemimpinan Capt. Kristina Anthon:

  1. Pengawasan Keselamatan dan Kelaiklautan Kapal
    Fungsi utama KSOP adalah memastikan setiap kapal yang berlayar memenuhi standar kelaiklautan. Ini mencakup pemeriksaan kapal, sertifikasi keselamatan, dan pencegahan pencemaran dari kapal .

· Implementasi di Bontang: Capt. Kristina Anthon secara rutin menggelar program pengecekan berkala setiap bulan untuk memenuhi standar International Ship and Port Security Code (ISPS Code) serta pemeriksaan peralatan penanggulangan pencemaran setiap tiga bulan sekali .

  1. Penegakan Hukum dan Keamanan Pelayaran
    KSOP berwenang menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) serta mengawasi tertib lalu lintas kapal di perairan pelabuhan dan alur pelayaran. Fungsi ini juga mencakup pemeriksaan jika terjadi kecelakaan kapal .

· Implementasi di Bontang: KSOP Bontang aktif dalam Patroli Keselamatan Maritim (Patkesmar) untuk memastikan keamanan wilayah perairan. Bahkan, dalam operasi angkutan Lebaran dan Natal/Tahun Baru, KSOP Bontang sukses memastikan kelancaran dan keselamatan arus mudik penumpang .

  1. Pengaturan dan Pengawasan Kegiatan Kepelabuhanan
    Fungsi ini meliputi pengaturan penggunaan lahan dan perairan pelabuhan, pemanduan kapal, serta pengawasan aktivitas bongkar muat, termasuk barang berbahaya dan limbah B3 .

· Implementasi di Bontang: Dengan adanya 10 Tersus/TUKS, KSOP Bontang gencar melakukan pembinaan dan pengawasan. Baru-baru ini, KSOP berhasil membuat perjanjian kerjasama sewa perairan untuk 10 terminal khusus, yang tidak hanya menertibkan administrasi tetapi juga berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) hingga sekitar Rp10 miliar .

  1. Perlindungan Lingkungan Maritim
    KSOP bertugas menjamin dan memelihara kelestarian lingkungan di pelabuhan, termasuk pencegahan dan penanggulangan pencemaran yang bersumber dari aktivitas kapal .

· Implementasi di Bontang: Capt. Kristina Anthon dikenal vokal dalam mengingatkan para stakeholder tentang pentingnya isu lingkungan hidup. Ia tidak segan memberikan teguran bagi pihak-pihak yang mengabaikan aspek lingkungan dalam proses bisnisnya, sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) .

  1. Koordinasi Pemerintahan dan Pelayanan Publik
    KSOP menjadi simpul koordinasi berbagai instansi di pelabuhan serta memberikan pelayanan jasa kepelabuhanan kepada masyarakat .

· Implementasi di Bontang: Sinergi dengan Pemkot Bontang terus diperkuat. Wali Kota Neni Moerniaeni menegaskan bahwa pelabuhan adalah port of entry ekonomi yang vital bagi daerah. Oleh karena itu, koordinasi terus dijaga agar pelabuhan tidak hanya berfungsi sebagai penghubung logistik, tetapi juga menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) melalui optimalisasi fasilitas dan layanan . Dalam melayani masyarakat, KSOP Bontang bahkan menerjunkan “Duta Pelayanan” dengan pakaian khas Kaltim untuk membantu calon penumpang di Pelabuhan Loktuan, sebuah inovasi pelayanan prima yang diapresiasi warga .

Kepala KSOP Kelas II Bontang, Capt. Kristina Anthon, menegaskan bahwa meskipun secara administrasi berada di bawah pemerintah pusat, seluruh layanan KSOP diperuntukkan bagi kemajuan Bontang.

“Kami mengajak semua pihak untuk terus bersinergi, berkolaborasi, dan berkoordinasi demi memajukan pelabuhan di Bontang. Tujuannya agar mobilitas barang dan orang menjadi lancar, sehingga bisa memperkuat posisi Bontang sebagai kota industri,” ujar Capt. Kristina dalam beberapa kesempatan .

Dengan total 10 pelabuhan yang tersebar dan komitmen pelayanan yang prima, KSOP Bontang membuktikan diri sebagai garda terdepan tidak hanya dalam urusan keselamatan pelayaran, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam menggerakkan roda ekonomi dan melayani kebutuhan masyarakat industri di Bontang.

Laporan: Biro Bontang | Editor: Redaksi LIRANEWS.co | Penulis: Yusri

Previous Post

ETH Kaltim Siap Bongkar Data! Sejumlah Perusahaan Sawit di Kutim Diduga Beroperasi Tanpa Izin Lengkap dan Abaikan Hak Masyarakat

Next Post

Kepemimpinan Berintegritas: Rekam Jejak Andi Faizal Sofyan Hasdam dalam Dua Periode Memimpin DPRD Kota Bontang

Add a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *