Berita Populer

Kerugian di Bawah Rp2,5 Juta Bukan “Perkara Biasa”, Melainkan Masuk Kategori “Perkara Cepat” atau Tindak Pidana Ringan (Tipiring)

Kontrol Publik Anggaran Pendidikan, JAMPER Kaltim Soroti Temuan BPK soal Dana BOS Kutim

Halal Bihalal Demokrat Gresik Jadi Ajang Konsolidasi, Target 7 Kursi DPRD di Pemilu 2029

Kecewa Janji tak Ditepati, Sejumlah Pemuda dari FP2LB Sambangi Rumah Jabatan Wawali Bontang

Kecewa Janji tak Ditepati, Sejumlah Pemuda dari FP2LB Sambangi Rumah Jabatan Wawali Bontang

BONTANG, LIRANEWS.CO | Janji politik untuk bersikap transparan dan proaktif dalam menangani persoalan lingkungan dipertanyakan. Forum Pemuda Peduli Lingkungan Bontang (FP2LB) menyambangi Rumah Jabatan (Rujab) Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, pada (Senin, 16/03/2026), sebagai bentuk protes atas janji yang tak kunjung direalisasikan.

Kedatangan sejumlah pemuda ini dipicu oleh sikap Wawali Agus Haris yang dinilai mengulur-ulur waktu terkait pemanggilan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang. Pemanggilan tersebut sedianya untuk meminta klarifikasi secara transparan mengenai penanganan dugaan pelanggaran lingkungan yang dilakukan oleh dua perusahaan, yakni PT. GPK dan PT. EUP.

“Kami bukan saja kecewa, hari ini bukti jelas dan kami ragukan kinerja Wawali yang tidak pro masyarakat,” ujar Juru Bicara FP2LB Sapril Yadi Alias Ucok di depan Rujab Wawali.

Ia menegaskan bahwa aspirasi mereka telah berulang kali disampaikan, namun tak kunjung mendapatkan respons nyata.

“Sudah berapa kali kami minta kepada Pak Wawali untuk melakukan pemanggilan Kadis LH Bontang yang selalu menghindar untuk ditemui maupun dihubungi, baik dari rekan media maupun kami sendiri,” tegasnya.

FP2LB menyoroti ketiadaan tindak lanjut dari Pemerintah Kota Bontang, khususnya DLH, terhadap laporan yang telah mereka layangkan hampir satu bulan terakhir. Upaya menemui langsung Wawali di rujab pun disebut berakhir sia-sia.

“Seharusnya hari ini Pak Wawali bisa merealisasikan pemanggilan Pak Kadis LH. Kami butuh informasi yang transparan soal penanganan kasus dugaan pelanggaran lingkungan hidup ini. Hampir satu bulan kami lakukan laporan, sampai hari ini tidak ada tindakan apapun dari DLH,” keluhnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan kekecewaannya karena komunikasi dengan Wawali Agus Haris terputus.

“Ke rujab pun beliau tidak lagi merespon chat saya. Terakhir direspon siang tadi, padahal kami ke rujab sejak siang, sore pulang tanpa hasil apa pun, bertemu pun tidak,” sesalnya.

Para pemuda menilai bahwa sebagai Wakil Wali Kota, Agus Haris memiliki kewenangan besar untuk bergerak cepat membantu masyarakat.

“Peran Pak Agus Haris selaku Wawali punya kewenangan besar membantu walikota untuk melayani masyarakat, gerak cepat jika ada masalah. Bukan menunda-nunda, karena dugaan pelanggaran ini cukup urgent kami nilai, tidak ada penanganan serius,” kritiknya.

Dalam aksi tersebut, FP2LB tidak hanya menyuarakan kekecewaan, tetapi juga melayangkan kritik tajam terhadap kinerja Wawali Bontang. Mereka menilai Agus Haris gagal menjalankan amanat sebagai wakil kepala daerah.

“Kami kritik keras kinerja Wawali yang gagal menjalankan amanat sebagai wakil walikota yang berperan besar membantu walikota. Kritikan ini atas dasar kecintaan kami kepada pemerintah Bontang agar maksimal membangun kota ini. Dengan kinerja seperti ini, apakah mampu melayani masyarakat? Apakah mampu membangun kota ini agar lebih maju?” gugatnya.

Puncak kecurigaan para pemuda adalah adanya dugaan skenario untuk menghambat rencana inspeksi mendadak (sidak). FP2LB menduga ada upaya dari pihak tertentu untuk menunda-nunda sidak guna membuktikan fakta lapangan yang tidak sinkron dengan keterangan kedua perusahaan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) beberapa minggu lalu.

“Sepertinya ada upaya menghilangkan bukti-bukti di lapangan terkait beberapa pelanggaran, sehingga saat sidak nanti aduan dari kami bisa mereka hindari. Inspeksi mendadak seharusnya dilakukan dengan cepat untuk pembuktian lapangan. Kalau nantinya di lapangan sudah berubah kondisinya, ini nantinya bukan lagi agenda sidak, tepatnya peresmian,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, belum memberikan tanggapan resmi terkait aksi dan tuntutan dari Forum Pemuda Peduli Lingkungan Bontang ini. Pesan singkat untuk klarifikasi dari awak media juga tidak berbalas.(*)

Laporan: Biro Bontang | Editor: Redaksi LIRANEWS.co | Penulis: Yusri

Previous Post

Tim Penyidik Kejati Kaltim Geledah Kantor Dinas ESDM, Sita Dokumen Dugaan Korupsi Tambang CV AJI

Next Post

MK Hapus Skema Pensiun Seumur Hidup Anggota DPR, Aturan Lama Dinyatakan Inkonstitusional Bersyarat

Add a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *