Jembatan Jerambah di Nunukan Memprihatinkan, Warga Hidup dalam Ancaman Setiap Hari

NUNUKAN, LIRANEWS.CO | Ratusan warga di RT 04 Kampung Tengah, Kelurahan Tanjung Harapan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, setiap harinya harus mempertaruhkan nyawa demi menjalani aktivitas rutin. Pasalnya, satu-satunya akses penghubung berupa jembatan jerambah (jalan papan) di wilayah tersebut kini dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan.
Kondisi infrastruktur vital yang menjadi penopang utama perekonomian dan mobilitas warga ini digambarkan lebih mirip arena rintangan ekstrem ketimbang fasilitas publik. Papan-papan penyusun jembatan telah lapuk dimakan usia, beberapa bagian penyangga terlihat miring, ditambah dengan tumpukan sampah di sekitarnya yang tidak hanya memperburuk pemandangan tetapi juga berpotensi mengganggu kelancaran aliran air.

Andi Fajrul Syam SH, yang menyoroti kondisi memprihatinkan ini, mengungkapkan bahwa warga hidup dalam bayang-bayang bahaya setiap kali melintasi jembatan tersebut.
“Salah injak sedikit bisa saja terpeleset, bisa terjatuh, bisa cacat bahkan bisa merenggut nyawa,” ujar A Fajrul kepada media ini, Selasa (03/03/26).
Setiap harinya, puluhan warga yang berangkat kerja, pergi ke pasar, anak-anak yang hendak bersekolah, hingga nelayan dan pelaku UMKM harus melewati jembatan rapuh ini. Ironisnya, akses utama yang menjadi urat nadi ekonomi pesisir ini justru terbengkalai, berbanding terbalik dengan wacana pemerintah daerah mengenai penguatan ekonomi pesisir.
“Kalau kita serius bicara peningkatan ekonomi pesisir, maka infrastruktur dasar adalah jawabannya. Jangan hanya bicara pemberdayaan, sementara akses utama warga saja seperti ini kondisinya,” tegas A Fajrul.
Masyarakat setempat menyadari bahwa pembangunan jembatan jerambah mungkin tidak termasuk dalam kategori proyek besar dengan nilai anggaran tinggi. Namun, mereka menekankan bahwa sifatnya yang mendesak dan vital bagi keselamatan banyak orang seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah.

A Fajrul mendesak Pemerintah Kabupaten Nunukan, khususnya dinas terkait, untuk segera turun tangan menangani permasalahan ini. Ia meminta agar pembangunan kembali jembatan jerambah tersebut dimasukkan ke dalam program prioritas dan direalisasikan sesegera mungkin.
“Jangan tunggu ada korban baru bergerak, jangan tunggu viral baru peduli,” tutup A Fajrul.
Warga berharap pemerintah segera merespons kondisi darurat ini sebelum tragedi yang tidak diinginkan benar-benar terjadi. Keselamatan warga, menurut mereka, adalah harga mati yang tidak bisa ditawar dengan alasan apapun.
Laporan: Biro Nunukan | Editor: Redaksi LIRANEWS.co | Penulis: Abd. Rahman








