Berita Populer

LSM LIRA Kolaka Aktifkan Satgas Pengawas Program Makan Bergizi Gratis

Aksi Jilid IV di Kejagung, Mahasiswa Desak BRHN Segera Ditersangkakan dalam Kasus Jembatan Cirauci II

Kabar Gembira Bagi Masarakat Bawean Mudik Gratis Kouta 3800 Tiket

Menhan: 10 Orang Pengusaha Nikmati Kekayaan Alam Indonesia, Kebocoran Negara Capai Rp5.770 Triliun

Menhan: 10 Orang Pengusaha Nikmati Kekayaan Alam Indonesia, Kebocoran Negara Capai Rp5.770 Triliun

BOGOR, LIRANEWS.co | Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan, kekayaan alam Indonesia dinikmati oleh segelintir pengusaha besar. Dalam retret yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Sjafrie menyatakan ada 10 orang yang menguasai perekonomian negeri ini.

“Ada 10 orang yang menguasai ekonomi kita, itulah data yang saya terima. Ada pengusaha-pengusaha tampil legal, tetapi tindakannya ilegal,” ujar Sjafrie dalam Retret PWI di Pusat Kompetensi Bela Negara BPSDM Kemenhan, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/1/2026).

Menurut Sjafrie, praktik ilegal tersebut telah menyebabkan kebocoran anggaran negara yang sangat besar. Dia bahkan menyebut angka kerugian mencapai Rp5.770 triliun.

“Kalau ada niat dan ada kesempatan, terjadilah kerusakan. Ini yang kita bereskan. Negara tidak boleh kalah oleh keserakahan,” tegasnya.

Sjafrie, yang juga menjabat Ketua Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), menegaskan bahwa pemerintah akan menindak tegas semua perusahaan tambang ilegal yang mengeruk kekayaan alam tanpa izin.

“Mungkin Bapak-Bapak pernah mendengar Satgas PKH. Kita menghentikan penyelundupan di Maluku dan lainnya,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sjafrie mengajak seluruh elemen bangsa untuk membela negara dari ancaman ekonomi. Dia menyebut bahwa kedaulatan negara sedang diusik dari dalam melalui praktik-praktik ilegal di sektor sumber daya alam.

“Kita lupa bahwa kita perlu menjaga kedaulatan negara, baik kedaulatan politik, ekonomi, maupun wilayah,” ucapnya.

Sjafrie juga mencontohkan maraknya penyelundupan timah, sawit, dan hasil tambang lain pada era reformasi. Dia menegaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya menertibkan praktik-praktik yang merugikan negara tersebut.

“Kedaulatan kita terancam oleh kedaulatan ekonomi. Mari kita jaga bersama,” pungkasnya.

Laporan: Biro Bogor | Editor: Redaksi LIRANEWS.co | Penulis: Eko Yulianto

Previous Post

LSM LIRA Desak Kejari Bontang Serahkan Kasus Korupsi Tugu Selamat Datang ke Polisi Jika Merasa Tak Mampu

Next Post

Wacana “Fraksi Minimal” PDIP Dikritik: Hanya Pindahkan Pagar

Add a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *