HOAX! Mualem Tidak Menikah Lagi di Malaysia, Ini Fakta Sebenarnya

BANDA ACEH, LIRANEWS.co | Sebuah informasi menyesatkan beredar luas di media sosial, mengklaim Gubernur Aceh, Mualem, menikah lagi di Malaysia di tengah musibah banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayahnya. Kabar tersebut dibantah tegas oleh mantan kombatan GAM, Agusliadi Sawang.
Dalam keterangan resmi yang diterima Liranews, Senin (17/2/2025), Agusliadi Sawang membeberkan fakta di balik foto dan video Gubernur Mualem yang mengenakan baju adat Melayu dan viral di berbagai platform.
“Foto dan video tersebut diambil saat pernikahan putri sulung Gubernur, Zaslyana Muzakir, dengan Khairy Al-Fiqry Bakhtiar Nor. Acara berlangsung di Hotel Grand Hyatt, Kuala Lumpur, Malaysia, pada Rabu, 1 Februari 2025. Saya sendiri hadir sebagai tamu undangan,” jelas Agusliadi.

Agusliadi Sawang menegaskan bahwa kabar tidak benar yang tersebar di Facebook, TikTok, dan media sosial lain adalah buatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Ia menyoroti upaya Gubernur Mualem yang justru fokus menangani bencana.
“Baru beberapa malam lalu, Pak Gubernur berkunjung ke posko pengungsian Dusun Lhok Pungkie, Desa Kunci, Kecamatan Sawang, dan ke Desa Riseh. Beliau melihat langsung kondisi masyarakat terdampak,” ujarnya.
Mualem Fokus Pulihkan Aceh dan Persiapkan Ramadan
Ditekankannya, saat ini Gubernur Mualem sedang berjuang keras memulihkan kondisi Aceh pasca-bencana yang masih menyisakan duka dan kesulitan bagi warganya.
“Sebulan lagi kita memasuki bulan suci Ramadhan. Mari kita pikirkan nasib rakyat Aceh yang masih tinggal di barak pengungsian dengan penuh air mata, bukan menyebarkan berita bohong,” seru Agusliadi.
Ia mengajak masyarakat untuk bersikap bijak dan mendukung penuh upaya pemulihan yang sedang dijalankan pemerintah daerah.
“Mari kita bijak. Yang benar tetap benar, yang salah tetap salah. Tidak ada alasan untuk tidak mendukung Mualem yang sedang berjuang untuk masyarakat Aceh yang tertimpa musibah,” pungkas Agusliadi Sawang.
Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat tidak terprovokasi oleh informasi palsu dan dapat mengalihkan perhatian kepada hal-hal yang lebih konstruktif, seperti membantu sesama yang sedang terdampak bencana.
Laporan: Biro Banda Aceh | Editor: Redaksi LIRANEWS.co | Penulis: Agusliadi Sawang








