PEMALANG, LIRANEWS.co | Ratusan warga Desa Sokawati, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang, menggelar aksi unjuk rasa pada Rabu (24/12/2025). Aksi ini menuntut penyelesaian tuntas atas dugaan korupsi dan penyalahgunaan dana desa untuk kepentingan usaha pribadi oknum tertentu.
Massa yang tergabung dalam berbagai elemen, termasuk pemuda dan sejumlah tokoh masyarakat desa, berkumpul dengan membawa spanduk dan poster berisi tuntutan. Beberapa poster bertuliskan tuntutan seperti “#Lawankorupsi di Sokawati”, “Selamatkan Uang Rakyat”, dan “Bangun Desa, Bangun Indonesia”.

Sindiran Gambar “Manusia Berkepala Tikus” Warna Aksi Warga Sokawati Tuntut Keterbukaan Kepala Desa
Dalam aksi tersebut warga menyuarakan kekecewaannya terhadap kinerja Kepala Desa. Aksi yang digelar Aliansi Masyarakat Sokawati Bersatu (AMSATU) itu berlangsung sejak pukul 10.00 WIB.
Aksi yang diklaim damai ini berlangsung kondusif, diawali dengan orasi di halaman kantor. Massa membawa puluhan spanduk bernada sindiran keras. Salah satu spanduk yang paling menyita perhatian publik bergambar manusia berkepala tikus, didampingi dua orang wanita, dengan latar belakang dua rumah berlantai dua. Gambar ini ditafsirkan sebagai sindiran langsung kepada Kepala Desa.
Setelah berorasi sekitar setengah jam, massa diizinkan masuk ke aula untuk melakukan audiensi dengan Kepala Desa Sokawati beserta jajarannya. Aparat keamanan gabungan dari Polsek Ampelgading, Koramil 07/Ampelgading, dan Polres Pemalang turut mengawal jalannya unjuk rasa dan audiensi.
Namun, audiensi justru memantik kekecewaan lebih dalam. Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyatakan, jawaban Kepala Desa dinilai tidak menjawab inti persoalan dan terkesan menghindar.
“Kami kecewa. Forum ini tidak menghasilkan keputusan konkret. Jawaban dari pihak desa tidak menyentuh akar masalah,” ujarnya kepada LIRANEWS.co di lokasi.
Aksi yang berakhir sekitar pukul 13.00 WIB ini memuncakkan ancaman aksi lanjutan. Warga menilai tidak ada kejelasan dari pertemuan tersebut.
“Kalau tidak ada kejelasan, aksi jilid dua sepertinya nanti digelar,” tegas salah satu perwakilan massa.
Inti tuntutan warga adalah keterbukaan informasi publik, khususnya terkait pembangunan desa dan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Warga menduga sejumlah program dijalankan tanpa transparansi dan minim pelibatan masyarakat.
Meski aksi telah bubar, warga menegaskan perjuangan belum selesai. AMSATU menyatakan siap menggelar aksi kembali jika tuntutan keterbukaan informasi tidak dijawab secara jelas dan terbuka oleh Pemerintah Desa Sokawati.
Laporan: Biro Pemalang | Editor Redaksi LIRANEWS.co : Penulis: Eko Yulianto








