Berita Populer

JUMAT KERAMAT: BPK Ungkap Kekurangan Volume Tujuh Paket Pemeliharaan di Bontang, Rugikan Negara Rp66 Juta

MK Hapus Frasa “Tidak Langsung” dalam Pasal 21 UU Tipikor, Hentikan Ancaman Pasal Karet bagi Advokat dan Jurnalis

KPK Bongkar Aksi Bupati Pekalongan Fadia Arafiq: Cuekin Peringatan Bawahan, Ngotot Menangkan “Perusahaan Ibu” Raup Rp19 M

Suasana kericuhan di halaman Kantor Desa Santan Ulu yangterekam kamera warga.

Kericuhan Warnai Aksi di Kantor Desa Santan Ulu, Kades Diduga Bentak Warga

KUTAI KARTANEGARA, LIRANEWS.co | Sebuah akun media sosial Tiktok @bangeko_btg, menjadi viral hingga mencapai 90.800 viewer lantaran memposting kericuhan di halaman Kantor Desa Santan Ulu, Kecamatan Marang Kayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, yang terjadi pada Senin (25/10/2025). Kericuhan terjadi saat kegiatan yang dihadiri masyarakat berlangsung, setelah Kepala Desa Santan Ulu, Heri Budianto, diduga marah dan membentak warga yang hadir.

Menurut keterangan seorang warga yang turut menyaksikan peristiwa itu, namun enggan disebut namanya, kericuhan berawal ketika kepala desa bersama perangkat dan kelompoknya berencana melakukan aksi unjuk rasa di pabrik CGS (Global Palm Sumber). Aksi tersebut disebut mendapat pengamanan cukup ketat dari aparat kepolisian, termasuk kehadiran Kapolres dan Kapolsek.

“Kami tahu mereka mau demo di pabrik CGS. Katanya mau menekan pihak manajemen pabrik, bahkan sampai ada rencana penutupan. Kami datang hanya untuk melihat dan mendengarkan, karena katanya aksi ini atas nama masyarakat,” ujar narasumber tersebut kepada media.

Namun situasi memanas saat salah seorang warga yang menonton aksi itu menegur dengan nada protes.

“Saya sempat bilang, kenapa baru sekarang dilakukan? Kenapa tidak dari dulu, padahal yang mendirikan pabrik itu juga orang-orang mereka sendiri,” ujarnya.

Pernyataan itu rupanya membuat Kepala Desa tersinggung. Ia diduga membentak warga dengan kata-kata kasar dan makian.

“Kepala desa marah, katanya ‘saya tidak mengundang kamu, provokator kamu, anjing kamu’. Ya, warga lain jadi tersulut emosi juga,” lanjutnya.

Warga menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan untuk memprovokasi, melainkan ingin mengetahui jalannya kegiatan yang mengatasnamakan masyarakat.

“Kami ini masyarakat petani sawit, tapi tidak pernah diajak bicara atau dilibatkan. Tiba-tiba demo membawa nama masyarakat, padahal sebagian besar warga tidak tahu apa-apa,” ungkapnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kepala Desa Santan Ulu maupun pihak kepolisian setempat terkait insiden tersebut. Situasi di lapangan sudah kembali kondusif, namun warga berharap kejadian serupa tidak terulang lagi. (*)

Previous Post
Seni Karawitan "Rukun Budoyo", binaan Paguyuban Warga Jawa Timur Kota Bontang

Paguyuban Warga Jawa Timur (PWJT) Kota Bontang Resmi Luncurkan Sanggar Seni Karawitan “Rukun Budoyo”, Terbuka untuk Umum

Next Post

Diduga Perusahaan Sawit Serobot Tanah dan Rusak Papan Peringatan, Ahli Waris Lapor Polisi

Add a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *