Berita Populer

Kontrol Publik Anggaran Pendidikan, JAMPER Kaltim Soroti Temuan BPK soal Dana BOS Kutim

Halal Bihalal Demokrat Gresik Jadi Ajang Konsolidasi, Target 7 Kursi DPRD di Pemilu 2029

KISAH INSPIRATIF: Tak Berebut Anggaran, Wanita Ini Bangun “Kerajaan” Mandiri untuk 15.000 Santri Gratis

Puluhan Jamaah Muhammadiyah Malinau Rayakan Idul Fitri 1447 H, Khatib Ajak Jaga Silaturahmi dengan Nahdlatul Ulama

Puluhan Jamaah Muhammadiyah Malinau Rayakan Idul Fitri 1447 H, Khatib Ajak Jaga Silaturahmi dengan Nahdlatul Ulama

MALINAU, LIRANEWS.CO | Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah yang digelar oleh warga Muhammadiyah di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Peringatan hari kemenangan umat Islam tersebut berlangsung di Masjid Muhammadiyah At-Tafaqquh yang berlokasi di wilayah Malinau Seberang pada Jumat (20/03/2026).

Ribuan umat Islam memang belum terlihat, namun semangat kebersamaan terpancar dari puluhan jamaah yang hadir. Pria, wanita, dan anak-anak tampak memadati area masjid untuk menunaikan shalat Ied sekaligus mendengarkan khutbah yang disampaikan oleh Khatib Ust. Marlo Risky, S.Ag., Lc.

Dalam ceramahnya, Ust. Marlo Risky menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga persaudaraan antar sesama muslim, terlebih di tengah perbedaan penetapan 1 Syawal. Ia secara khusus menyebut saudara-saudara dari Nahdlatul Ulama (NU) yang pada hari itu masih melaksanakan ibadah puasa.

“Saat ini ada saudara kita dari Nahdlatul Ulama yang hari ini belum menunaikan puasanya, jadi saya berharap agar kita semua tetap menjaga silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah yang sudah terpelihara sejauh ini,” pesan Ust. Marlo Risky di hadapan jamaah.

Ia juga menjelaskan, pelaksanaan Shalat Ied di Masjid At-Tafaqquh pada hari itu turut dilatarbelakangi oleh kondisi alam yang tidak bersahabat, sehingga menjadi pertimbangan tersendiri bagi jamaah dalam beribadah.

Sementara itu, penjelasan mengenai perbedaan penetapan 1 Syawal 1447 H disampaikan oleh salah seorang pendiri Ponpes Muhammadiyah Boarding School Daarut At-Tafaqquh. Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah secara nasional menggunakan metode hisab atau kalender Islam secara global (Kriteria Imkanur Rukyat Global).

“Penetapan 1 Syawal ini dikarenakan Muhammadiyah se-Indonesia menggunakan kalender Islam secara global, yang ditandai dengan terlihatnya hilal di Alaska kemarin,” ungkapnya.

Meskipun jumlah jamaah Muhammadiyah di wilayah tersebut terbilang tidak sebanyak kelompok lainnya, pihaknya mengajak warga Muhammadiyah untuk tidak berkecil hati. Idul Fitri yang jatuh pada hari Jumat, 20 Maret 2026 ini, harus tetap disambut dengan penuh suka cita dan keimanan.

Di sela-sela wawancara, pendiri ponpes tersebut juga menyampaikan ajakan kepada para orang tua di Kabupaten Malinau. Ia membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin menyekolahkan putra-putrinya di Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School Daarut At-Tafaqquh.

“Bagi orang tua warga Kabupaten Malinau yang ingin ikut berperan serta membantu dan membangun pemerintah daerah ke arah pembangunan yang lebih maju dan berakhlak mulia dari segi Sumber Daya Manusia, insyaallah kami mendidik santri ini dengan Aqidah Islam Muhammadiyah. Ini adalah aqidah perjuangan dari awal kemerdekaan Indonesia, jauh sebelum kemerdekaan itu sendiri diproklamirkan,” ungkapnya dengan penuh antusias.

Dengan semangat ukhuwah dan tekad membangun generasi penerus yang berakhlak mulia, perayaan Idul Fitri di Masjid At-Tafaqquh menjadi simbol keteguhan dalam beribadah sekaligus komitmen menjaga kerukunan umat beragama di Bumi Intimung, Kabupaten Malinau.

Laporan: Biro Malinau | Editor: Redaksi LIRANEWS.co | Penulis: Jefry Musa Bani

Previous Post

Komplotan Nelayan Pembobol Besi Antikarat Jembatan Suramadu Dibekuk, Sudah 21 Kali Beraksi

Next Post

JUM’AT KERAMAT: BPK Temukan Penyimpangan Jasa Konsultan di 10 OPD Pemkot Bontang, Aktivis LIRA Soroti Ketidaksesuaian Ketentuan sebagai Kesengajaan

Add a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *