Berita Populer

JUMAT KERAMAT: BPK Ungkap Kekurangan Volume Tujuh Paket Pemeliharaan di Bontang, Rugikan Negara Rp66 Juta

MK Hapus Frasa “Tidak Langsung” dalam Pasal 21 UU Tipikor, Hentikan Ancaman Pasal Karet bagi Advokat dan Jurnalis

KPK Bongkar Aksi Bupati Pekalongan Fadia Arafiq: Cuekin Peringatan Bawahan, Ngotot Menangkan “Perusahaan Ibu” Raup Rp19 M

Wajah Teduh LSM GMBI Gresik: Dari Doa Bersama Hingga Ikhtiar Menata Lahan

Wajah Teduh LSM GMBI Gresik: Dari Doa Bersama Hingga Ikhtiar Menata Lahan

GRESIK, LIRANEWS.co | Senyum polos puluhan anak yatim merekah di tengah rintik hujan yang mengguyur Dusun Purworejo, Desa Metatu, Jumat (13/2/2026) petang. Di dalam kantor sederhana LSM GMBI Distrik Gresik, suasana yang biasanya identik dengan pengawalan isu-isu publik berubah menjadi haru dan khidmat.

Lantunan doa dan zikir menggema memecah hiruk-pikuk kesibukan rutin lembaga. Menjelang bulan suci Ramadhan, LSM GMBI Gresik memilih untuk menanggalkan sejenak atribut formal mereka. Duduk bersimpuh bersama kaum duafa, mereka menghadirkan program “Kita Berbagi Sosial” yang jauh dari sekadar rutinitas bagi-bagi amplop.

“Ini adalah ikhtiar untuk memanusiakan sesama. Kami ingin mereka merasa memiliki masa depan. Kami dorong adik-adik sekalian untuk terus belajar, menjadi orang tangguh yang kelak membangun bangsa ini,” ujar Muhammad Hudin, Ketua Distrik Gresik LSM GMBI, sembari mengelus kepala salah satu anak yatim yang hadir dengan penuh kelembutan.

Namun, di balik kehangatan acara santunan tersebut, tersimpan tanggung jawab besar yang tengah dipikul lembaga ini di sudut lain Kabupaten Gresik. Hudin menyadari, akhir-akhir ini lembaganya menjadi sorotan publik terkait aktivitas pendalaman tanah di Desa Semampir, Kecamatan Cerme.

Dengan nada tenang, Hudin menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya. Ia bercerita tentang lahan-lahan pertanian yang selama ini kesulitan pasokan air dan desa-desa yang mendambakan Kawasan Desa Mandiri Pangan (KDMP).

“Aktivitas pendalaman tanah itu bukan untuk merusak. Justru sebaliknya, kami sedang berupaya menyiapkan bak tampung air hujan. Bayangkan jika musim kemarau tiba, petani sangat membutuhkan pengairan. Di sisi lain, tanah liat hasil pengerukan kami distribusikan untuk mempercepat pembangunan desa,” jelasnya panjang lebar.

Bagi Hudin, aksi sosial dan penataan lahan adalah dua sisi dari koin yang sama. Jika santunan menyentuh hati melalui kebersamaan dengan anak yatim, maka penataan lahan menyentuh kebutuhan pokok masyarakat melalui infrastruktur pertanian yang berkelanjutan.

“Keduanya sama-sama pengabdian,” tegasnya.

Di sela-sela acara, pria ramah itu juga menyempatkan diri untuk menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada para donatur yang hingga kini masih setia mempercayakan amanahnya kepada GMBI.

Malam itu, setelah shalat Isya berjamaah usai dan anak-anak yatim pulang dengan senyum mengembang, kantor LSM GMBI kembali hening. Namun, pesan yang ditinggalkan cukup jelas: bahwa di balik setiap kebijakan dan aksi lapangan yang mereka ambil, ada harapan besar tentang Gresik yang lebih mandiri, sejahtera, dan tak pernah lelah peduli pada mereka yang kecil.


Tentang GMBI Gresik:
LSM GMBI Distrik Gresik aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, termasuk santunan anak yatim, pengembangan infrastruktur pertanian, serta pendampingan masyarakat di berbagai desa di Kabupaten Gresik.

Laporan: Biro Gresik | Editor: Redaksi LIRANEWS.co | Penulis: M. Rozaq

Previous Post

Fasilitas “WAH” Rumah Dinas “Pentolan” DPRD Malinau Terbengkalai Tanpa Kejelasan

Next Post

PT BSI Komitmen Jaga Ketahanan Pangan, Pastikan Proyek Properti Sesuai Aturan Tata Ruang

Add a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *