Berita Populer

LSM LIRA Kolaka Aktifkan Satgas Pengawas Program Makan Bergizi Gratis

Aksi Jilid IV di Kejagung, Mahasiswa Desak BRHN Segera Ditersangkakan dalam Kasus Jembatan Cirauci II

Kabar Gembira Bagi Masarakat Bawean Mudik Gratis Kouta 3800 Tiket

TNI Pilih Mundur Taktis Saat Diserang Kelompok WN China Bersenjata di Ketapang, 26 WNA Diamankan

KETAPANG, LIRANEWS.co | Personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengambil langkah mundur taktis untuk menghindari eskalasi konflik terbuka saat diserang sejumlah Warga Negara Asing (WNA) asal China yang bersenjata di area perusahaan PT SRM, Ketapang, Kalimantan Barat, pada Ahad (14/12/2025) lalu. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk kedisiplinan dan profesionalisme dalam situasi yang tidak seimbang.

Kepala Penerangan Kodam XII/Tanjungpura, Kolonel Infanteri Yusub Dody Sandra, mengonfirmasi insiden tersebut. Menurutnya, empat prajurit dari Batalyon Zipur 6/SD yang sedang latihan mendatangi lokasi setelah mendapat laporan adanya drone tak dikenal. Di lokasi, mereka menemukan empat WNA China mengendalikan drone tanpa izin.

“Saat akan meminta keterangan secara prosedural, tiba-tiba sebelas orang WNA lainnya datang dan langsung melakukan penyerangan secara agresif,” jelas Yusub di Pontianak, Selasa (16/12/2025).

Para penyerang menggunakan senjata tajam berupa parang, airsoft gun, dan alat kejut listrik. Menghadapi kondisi yang tidak berimbang dan berpotensi mengancam keselamatan, keempat prajurit memutuskan untuk menghindari konflik fisik terbuka.

“Melihat kondisi yang tidak berimbang dan berpotensi mengancam keselamatan, prajurit TNI mengambil langkah taktis dengan menghindari eskalasi konflik terbuka. Aparat mundur ke area perusahaan untuk mengamankan situasi serta melaporkan kejadian ke komando atas,” papar Yusub.

Akibat insiden itu, satu unit mobil perusahaan jenis Hilux dan satu unit sepeda motor milik karyawan PT SRM mengalami kerusakan.

Insiden yang diduga berakar dari sengketa internal PT SRM ini menarik perhatian pemerintah pusat. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman, menyatakan telah mengamankan 26 WNA yang terlibat di Kantor Imigrasi Ketapang.

“Perkembangan penanganan di Ketapang, saat ini kami dari pusat sudah turun. Kami sudah langsung berkoordinasi dan mengamankan, dibantu juga oleh pihak Kodim, Kapolres, Polsek setempat, kemudian ada juga dari Mabes TNI,” kata Yuldi dalam konferensi pers, Selasa.

Dia mengungkapkan jumlah WNA yang diamankan kemungkinan bertambah dari total 34 orang yang diduga ada di lokasi. Ke-26 WNA yang telah diamankan tersebut, berdasarkan informasi, merupakan warga negara China.

Yuldi menegaskan bahwa kerusuhan tersebut sedang diusut oleh kepolisian setempat untuk mendalami dugaan pelanggaran pidana. Sementara Imigrasi akan menindaklanjuti terkait status keimigrasian mereka.

Insiden kekerasan ini diduga kuat berkaitan dengan sengketa kepemilikan dan manajemen di PT SRM. Perusahaan tersebut disebut telah mengalami perubahan kepemilikan dan manajemen yang sah secara hukum. Manajemen baru menyatakan tidak pernah memberikan izin kepada tenaga kerja asing untuk beroperasi di lingkungan perusahaan.

Langkah taktis mundur yang diambil personel TNI mendapat apresiasi sebagai bentuk proporsionalitas dan menghindari eskalasi yang tidak perlu. Penanganan kasus kini dilanjutkan secara hukum oleh instansi yang berwenang, yakni Kepolisian dan Direktorat Jenderal Imigrasi. (Sumber: Gelora)

Laporan: Biro Ketapang | Editor: Redaksi LIRANEWS.co | Penulis: Eko Yulianto

Previous Post

Tim KKBM Juara Laga Final Piala DANKODAERAL XIII Usai Kompak Taklukkan Cataleya Dengan Skor 3-1

Next Post

Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani, Dorong Wadak Kidul Menjadi Percontohan Desa Anti Korupsi

Add a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *