Berita Populer

Terkuak! Dugaan Mega Skandal BBM Subsidi di Jalur Poros Bontang, Armada PT Elnusa Terlibat “Kencing” Solar Ilegal

Kapolda Aceh Copot Kasat Narkoba Polres Aceh Tenggara, DPD LSM LIRA Indonesia Beri Apresiasi

Hutan di Konawe Diduga Digunduli, LSM LIRA Desak Polres Turun Tangan

Tak Gentar Kepungan Brand Besar, Rohas Fried Chicken Balong Panggang Buktikan PKL Muda Bisa Eksis

Tak Gentar Kepungan Brand Besar, Rohas Fried Chicken Balongpanggang Buktikan PKL Muda Bisa Eksis

GRESIK, LIRANEWS.co | Persaingan sengit di dunia kuliner Gresik Selatan, khususnya di kawasan Balongpanggang, tak menyurutkan semangat seorang pemuda untuk membangun usaha. Di tengah dominasi gerai franchise ternama, Muhammad Ainun Rozak (30) membuktikan bahwa bisnis kuliner kaki lima tetap bisa eksis dan bersaing dengan ketangguhan dan kualitas.

Berkat brand Rohas Fried Chicken-nya, pemuda yang akrab disapa Takiya ini sukses menggerakkan roda perekonomiannya dari sebuah gerobak di Jalan Raya Wates, Balongpanggang. Dengan harga per potong ayam goreng yang sangat terjangkau, Rp6.000, hidangannya menjadi favorit warga sekitar.

Jalan Raya Wates dikenal sebagai zona “panas” bagi para pedagang. Takiya tidak hanya bersaing dengan sesama pedagang kaki lima, tetapi juga harus berhadapan dengan gerai-gerai ayam goreng besar yang bermodal kuat. Namun, kenyataannya, usahanya justru terus diminati.

“Persaingan di Balongpanggang memang sangat ketat, apalagi banyak merek besar. Tapi saya yakin, setiap usaha punya pasarnya sendiri. Kuncinya cuma satu yaitu konsisten menjaga rasa,” ujar Takiya kepada Liranews, Sabtu (7/2/2026).

Keyakinannya terbukti. Dalam sehari, pria yang masih lajang ini mampu menghabiskan minimal 6 kilogram daging ayam segar, yang diolah menjadi sekitar 60 potong ayam goreng. Angka ini menjadi indikator kuat kepercayaan pelanggan terhadap cita rasa dan kebersihan Rohas Fried Chicken.

Di usia produktif, Takiya memilih jalan mandiri sebagai pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ketimbang mencari pekerjaan formal. Ia bangga dengan pilihannya tersebut.

“Awalnya mungkin ada rasa sungkan kalau ketemu teman sebaya, tapi sekarang saya bangga. Menjadi pelaku UMKM mengajarkan saya menjadi mental pejuang,” imbuhnya dengan penuh semangat.

Meski masih mengandalkan konsep dagang kaki lima, visi Takiya jauh ke depan. Ia bercita-cita untuk mengembangkan bisnisnya lebih besar. “Harapan saya ke depan tentu ingin berkembang. Saya punya mimpi besar bisa membuka cabang-cabang baru Rohas Fried Chicken di lokasi lain, supaya nanti juga bisa membuka lapangan kerja bagi orang lain,” pungkasnya penuh harap.

Kisah Takiya dan Rohas Fried Chicken menjadi inspirasi nyata bahwa dengan konsistensi, kualitas, dan semangat pantang menyerah, usaha kecil berbasis kaki lima tetap bisa unggul di tengah gempuran bisnis besar.

Laporan: Biro Gresik | Editor: Redaksi LIRANEWS.co | Penulis: M. Rozaq

Previous Post

Tajuddin Tuwo Siap Pimpin Lagi KKSS Tarakan, Fokus pada SDM dan Budaya

Next Post

KSOP Kelas II Bontang Tebar Keberkahan Ramadan 2026, Berbagi Paket Sembako dan Daging Sapi untuk Masyarakat

Add a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *