Berita Populer

Terkuak! Dugaan Mega Skandal BBM Subsidi di Jalur Poros Bontang, Armada PT Elnusa Terlibat “Kencing” Solar Ilegal

Kapolda Aceh Copot Kasat Narkoba Polres Aceh Tenggara, DPD LSM LIRA Indonesia Beri Apresiasi

Hutan di Konawe Diduga Digunduli, LSM LIRA Desak Polres Turun Tangan

Syarwani Calon Tunggal Ketua Golkar Kaltara, Fransisco Belum Menyerah

BULUNGAN, LIRANEWS.co | Syarwani menjadi calon tunggal  Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Utara (Kaltara) masa bakti 2025-2030.  Ketua Panitia Pengarah, Fenry Alpius Litun menjelaskan, setelah melakukan verifikasi, hanya Syarwani calon yang dinyatakan memenuhi syarat.

Menurut Fenry, Syarwani bahkan memenuhi memperoleh dukungan 50% + 1 suara. Sementara Francisco yang ingin menjadi penantangnya terkendala pada syarat dukungan tersebut.

”Kalau pak Fransisco yang tidak bisa dia penuhi adalah mendapatkan dukungan dari pemegang hak suara 30%, Dia tidak punya. Itu salah satu persyaratan yang penting sekali,” kata Sekretaris DPD Parttai Golkar Kaltara ini.

Syarat untuk maju sebagai calon ketua di sejumlah Musda Golkar di daerah–termasuk di provinsi/kabupaten lain–menurut JUKLAK‑02/DPP/Golkar/IV/2025, adalah mendapatkan dukungan minimal 30 persen dari pemilik suara sah.

Pada Musda di provinsi lain, seperti DKI Jakarta dan Jambi, calon yang tidak memenuhi 30 persen dukungan dinyatakan tidak lolos sebagai calon resmi.

Fransisco mengakui saat ini syarat tersebut belum bisa dipenuhinya. Tetapi dia mengatakan ketentuan itu bukanlah jaminan mutlak bahwa seorang bakal calon otomatis gugur. “Saya kira tim verifikasi tidak punya hak menjatuhkan, menggugurkan para calon, ia harus membawa ke forum Musda,” ujarnya.

Menurut Fransisco, keputusan akhir lolos atau tidaknya calon tetap berada di forum Musda, bukan semata hasil verifikasi administrasi. Dia berharap bahwa dalam forum itulah seluruh aspirasi dan dukungan politik dibahas, termasuk meminta pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya (2020–2025).

Meski saat ini calon lain, Syarwani petahana dan Bupati Bulungan dua periode ini dianggap sebagai calon tunggal yang layak memimpin kembali DPD Golkar Kaltara, situasi bisa berubah jika ada dinamika politik, realokasi dukungan, atau keputusan kolektif dalam forum Musda.

Laporan: Abdul Rahman

Previous Post
Tes Ekonomi Nasional

Bank Mandiri Gelar Livin’ Fest 2025 di Bali, Expo Sinergi UMKM dan Ekonomi Kreatif

Next Post

ETH Kaltim Turun Tangan atas Dugaan Penindakan Tebang Pilih pada Event Bontang International Ultra Trail

Add a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *