Berita Populer

Aksi Jilid IV di Kejagung, Mahasiswa Desak BRHN Segera Ditersangkakan dalam Kasus Jembatan Cirauci II

Kabar Gembira Bagi Masarakat Bawean Mudik Gratis Kouta 3800 Tiket

Terkuak! Dugaan Mega Skandal BBM Subsidi di Jalur Poros Bontang, Armada PT Elnusa Terlibat “Kencing” Solar Ilegal

Sudadi Resmikan Dapur Gizi SPPG Kedungrukem, Dorong Target Zero Stunting di Gresik

Sudadi Resmikan Dapur Gizi SPPG Kedungrukem, Dorong Target Zero Stunting di Gresik

GRESIK, LIRANEWS.co | Anggota DPRD Kabupaten Gresik, Sudadi, meresmikan operasional Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kedungrukem yang berlokasi di Gedung Badan Gizi Nasional, Desa Kedungrukem, Kecamatan Benjeng, Selasa (13/1/2026). Fasilitas ini menjadi bagian dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Pemerintah Pusat.

Peresmian tersebut menandai dimulainya pelayanan pemenuhan gizi bagi anak-anak sekolah dan masyarakat sasaran di wilayah Kecamatan Benjeng. Program ini digadang-gadang menjadi salah satu upaya strategis dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Dalam sambutannya, Sudadi menegaskan bahwa kehadiran dapur SPPG merupakan bentuk dukungan nyata terhadap kebijakan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, khususnya di bidang pemenuhan gizi.

“Kami menjalankan amanat Presiden. Program Makan Bergizi Gratis ini sangat dinanti masyarakat. Harapan kami, dengan hadirnya SPPG, Kabupaten Gresik dapat menuju target Zero Stunting,” ujar politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.

Sudadi menambahkan, dapur SPPG Kedungrukem tidak hanya berfungsi sebagai sarana produksi makanan, tetapi juga menjadi ujung tombak dalam memastikan anak-anak menerima asupan gizi seimbang sesuai standar kebutuhan usia. Ia memastikan operasional dapur langsung berjalan pada hari yang sama usai peresmian.

“Tidak ada waktu untuk menunda. Dapur ini langsung beroperasi agar target pelayanan bisa segera tercapai,” katanya.

Selain fokus pada pelayanan gizi, Sudadi juga mendorong adanya sinergi lintas pihak, khususnya dalam distribusi makanan agar tetap higienis, aman, dan tepat waktu. Ia berharap keberadaan SPPG dapat memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar melalui pelibatan tenaga kerja lokal serta penggunaan bahan baku dari masyarakat setempat.

Sementara itu, Yanti, selaku mitra Yayasan SPPG Kedungrukem, menyampaikan bahwa pada hari pertama operasional, program MBG menargetkan 1.250 penerima manfaat yang tersebar di 16 sekolah dan 4 desa, di antaranya Desa Kedungrukem, Deliksumber, dan Kalipadang.

Di tempat yang sama, Camat Benjeng, Nurul Fuad, menekankan pentingnya profesionalisme pengelola SPPG dalam menjalankan standar operasional prosedur (SOP). Ia mengingatkan agar kejadian-kejadian yang berpotensi merugikan masyarakat dapat dihindari.

“Kami yakin kepala SPPG sudah mendapatkan bimbingan teknis dan memahami SOP. Kami tidak ingin ada kasus makanan cepat basi atau kendala distribusi, termasuk risiko kecelakaan kendaraan pengangkut MBG,” ujarnya.

Nurul Fuad juga berharap pengelolaan SPPG Kedungrukem dapat mengutamakan perekrutan tenaga kerja dari masyarakat lokal sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi desa.

Laporan: Biro Gresik | Editor: Redaksi LIRANEWS.co | Penulis: M. Rozaq

Previous Post

Aliansi Pemuda Salurkan 11 Lemari Pakaian untuk Santri Pesantren Badrul Ulum Aceh Tenggara

Next Post

Pengurus PWJT Bontang Silaturahmi ke Walikota, Laporkan Persiapan Peringatan Isra Mi’raj

Add a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *