Berita Populer

Kontrol Publik Anggaran Pendidikan, JAMPER Kaltim Soroti Temuan BPK soal Dana BOS Kutim

Halal Bihalal Demokrat Gresik Jadi Ajang Konsolidasi, Target 7 Kursi DPRD di Pemilu 2029

KISAH INSPIRATIF: Tak Berebut Anggaran, Wanita Ini Bangun “Kerajaan” Mandiri untuk 15.000 Santri Gratis

Puluhan Calon Pemudik Gratis Gresik-Bawean Gagal Berangkat Akibat Data Tidak Valid

Puluhan Calon Pemudik Gratis Gresik-Bawean Gagal Berangkat Akibat Data Tidak Valid

GRESIK, LIRANEWS.CO | Program mudik gratis via kapal cepat rute Pelabuhan Gresik–Bawean yang resmi dimulai pada Jumat (13/3/2026) diwarnai dengan kendala administratif. Sebanyak 79 tiket mudik gratis dinyatakan hangus karena ketidaksesuaian data pemesanan dengan identitas calon penumpang, menyebabkan puluhan orang gagal berangkat.

Pemerintah menyediakan total 3.800 tiket untuk keberangkatan dari Gresik dan Bawean. Untuk keberangkatan perdana dari Gresik menuju Bawean, disiapkan kuota sebanyak 250 tiket. Namun, dari jumlah tersebut, hanya 171 tiket yang berhasil digunakan oleh penumpang. Sisanya, 79 tiket, tidak dapat digunakan karena sistem aplikasi penukaran tiket menolak memberikan tiket fisik. Penyebabnya, data pemesanan secara daring tidak valid dengan KTP calon pemudik.

“Saya sebenarnya iseng-iseng saja ikut online tiket gratis ini. Kami sebetulnya ada rencana ikut kapal Giliyang lewat pelabuhan Paciran, alhamdulillah kami kebagian tiket gratis ini,” tutur salah seorang penumpang yang berhasil berangkat.

Sementara itu, agen tiket Ekspres Bahari, H. Subki, berharap agar ke depan program serupa dapat berjalan lebih lancar.

“Di tahun berikutnya, apabila ada program tiket gratis dari pemerintah, semoga terdata dengan baik agar kapal tetap penuh sesuai hasil yang terdaftar di sistem dan sesuai identitas masing-masing calon penumpang,” jelasnya.

Program mudik gratis ini merupakan inisiatif pemerintah untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin merayakan hari besar bersama keluarga di kampung halaman. Namun, kendala teknis seperti ketidaksesuaian data menjadi evaluasi penting agar pelaksanaan selanjutnya lebih efektif dan tepat sasaran. Pihak terkait diharapkan segera melakukan perbaikan sistem pendataan guna menghindari kejadian serupa di masa mendatang.

Laporan: Biro Gresik | Editor: Redaksi LIRANEWS.co | Penulis: Sanusi

Previous Post

Mengapa Bunda Neni Dinilai Mampu Memimpin Bontang ke Arah yang Lebih Baik

Next Post

Pengusaha Lokal Angkat Bicara, LIRA Temukan Proyek PU Kutai Timur Dimenangkan Perusahaan Luar Daerah

Add a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *