Potensi Ekonomi Kaltara Melimpah: Dari Ekspor Kratom Hingga Inovasi Garam Gunung

BULUNGAN, LIRANEWS.CO | Kalimantan Utara (Kaltara) menyimpan kekayaan alam dan potensi ekonomi yang luar biasa. Mulai dari komoditas ekspor bernilai tinggi seperti kratom, hingga keunikan produk lokal seperti Nanas Krayan berukuran raksasa dan Garam Gunung yang mematahkan pepatah lama. Hal ini diungkapkan Gubernur Kalimantan Utara, Dr. Zainal Aripin Paliwang, SH, M.Hum, dalam acara Pertemuan Saudagar Makassar (PSBM) yang digelar Kamis (26/3/2026).
Acara yang mengusung tema “Saudagar Tangguh Ekonomi Tumbuh” ini turut dihadiri oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, serta sejumlah gubernur, wakil gubernur, bupati, dan wali kota seluruh Indonesia yang berasal dari Sulawesi Selatan. Pertemuan yang diikuti oleh tokoh masyarakat Kerukunan Keluarga Besar Makassar (KKSS) se-Indonesia ini menjadi momentum bagi Zainal untuk mempromosikan potensi besar daerah yang dipimpinnya.
Salah satu pemaparan utama Gubernur Kaltara adalah tentang tanaman kratom yang tumbuh subur di wilayah Nunukan. Komoditas ini diketahui memiliki nilai jual tinggi di pasar internasional, khususnya Amerika Serikat, dengan harga mencapai puluhan dolar per kilogram.
“Saat ini, Kalimantan Barat masih menjadi pengekspor utama kratom. Namun, Kalimantan Utara memiliki peluang besar untuk menangkap potensi pasar tersebut,” ujar Zainal di hadapan para saudagar.
Tak hanya kratom, Nanas Krayan juga mencuri perhatian para peserta pertemuan. Buah dari Kecamatan Krayan ini memiliki diameter lebih dari 30 sentimeter, bahkan disebut lebih besar dari kepala manusia.
Sayangnya, potensi besar ini masih terkendala akses logistik. Zainal mengungkapkan bahwa saat musim panen tiba, banyak nanas yang terbuang percuma karena tidak adanya akses jalan yang memadai.
“Satu-satunya transportasi hanya pesawat. Ini menjadi tantangan kita bersama untuk membangun konektivitas,” ungkapnya.
Krayan juga menjadi saksi betapa pepatah “Garam di laut, asam di gunung” tak selamanya berlaku. Di dataran tinggi Kalimantan Utara, justru ditemukan Garam Gunung dengan rasa yang khas, sementara pohon asam banyak tumbuh di pesisir pantai.
Keunikan ini dinilai Zainal sebagai daya tarik tersendiri bagi pengembangan produk lokal yang otentik dan berdaya saing tinggi.
Untuk wilayah Bulungan dan Kabupaten Tana Tidung (KTT), Gubernur memaparkan sektor-sektor unggulan yang menjadi fokus pengembangan, meliputi:
· Sarang Burung Walet sebagai komoditas unggulan di KTT
· Peternakan ayam untuk pemenuhan kebutuhan ayam potong dan telur guna mendukung ketahanan pangan lokal
· Sektor pertanian dengan optimalisasi lahan sawah menuju swasembada padi
Dalam kesempatan tersebut, Zainal Paliwang juga menyampaikan apresiasi kepada tokoh nasional, Aksa Mahmud, atas dukungannya dalam rencana pembangunan Universitas Bosowa di Kalimantan Utara. Selain itu, pembangunan pesantren juga tengah disiapkan untuk memperkuat fondasi sumber daya manusia (SDM) di provinsi berjuluk “Benuanta” ini.
Melalui sinergi antara potensi alam yang unik, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan kualitas pendidikan, Kalimantan Utara optimis dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjadi pemain penting dalam perekonomian nasional.
“Dengan kekayaan yang kita miliki dan dukungan para saudagar, saya yakin Kaltara bisa melompat lebih jauh,” pungkas Zainal.
Laporan: Biro Bulungan | Editor: Redaksi LIRANEWS.co | Penulis: Yusri
Ikuti saluran LIRANEWS.CO di WhatsApp klik link dibawah ini: https://whatsapp.com/channel/0029VbBklJ0GehEKk2kjdc3T








