Berita Populer

LSM LIRA Kolaka Aktifkan Satgas Pengawas Program Makan Bergizi Gratis

Aksi Jilid IV di Kejagung, Mahasiswa Desak BRHN Segera Ditersangkakan dalam Kasus Jembatan Cirauci II

Kabar Gembira Bagi Masarakat Bawean Mudik Gratis Kouta 3800 Tiket

Pipa PDAM Ujung Loe Bocor Terhimpit Akar Pohon, Perbaikan Segera Dilakukan

Pipa PDAM Ujung Loe Bocor Terhimpit Akar Pohon, Perbaikan Segera Dilakukan

BULUKUMBA, LIRANEWS.CO | Pelayanan air bersih di wilayah Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, mengalami gangguan akibat kebocoran pada pipa utama milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Pihak perusahaan memastikan bahwa titik kebocoran telah diidentifikasi dan proses perbaikan akan segera dilaksanakan pada Selasa (24/2/2025) besok.

Plt Direktur PDAM Bulukumba, Sapriadi, menjelaskan bahwa lokasi kebocoran berada di posisi yang cukup sulit dijangkau, tepatnya di bawah perakaran pohon besar di daerah Luppung, Ujung Loe.

“Posisinya tepat di bawah akar pohon dan di atasnya terdapat kabel. Rencananya besok Selasa kami mulai melakukan penggalian. Kami berharap prosesnya lancar dan pohonnya tidak perlu ditebang,” ujar Sapriadi kepada awak media, Senin (23/2/2026).

Selain tantangan teknis di lapangan, Sapriadi juga membeberkan sejumlah kendala internal yang sedang dihadapi perusahaan plat merah tersebut. Tantangan itu meliputi kondisi finansial perusahaan yang terbatas untuk operasional perbaikan, serta kesejahteraan pegawai di mana gaji karyawan saat ini baru dapat dibayarkan sebesar 50 persen.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tekanan air dari pompa baru yang cukup kuat turut menjadi faktor penyebab kebocoran di beberapa titik. “Pompa baru kami memang memiliki tekanan yang lebih kuat, sehingga pipa-pipa lama yang sudah rentan mulai mengalami kebocoran,” terangnya.

Di sisi lain, Sapriadi menyoroti ulah oknum masyarakat yang nekat mengambil air tanpa melalui meteran atau sambungan resmi. Praktik ilegal ini dinilai berdampak signifikan terhadap pendapatan perusahaan yang seharusnya dialokasikan untuk biaya perawatan dan pembayaran gaji karyawan.

“Kami meminta kepada seluruh pelanggan PDAM untuk tidak mengambil air tanpa melalui meteran. Jika hal ini terus terjadi, maka dampaknya kami tidak bisa memperbaiki kebocoran dengan cepat dan gaji karyawan pun tidak bisa dibayarkan,” tegas Sapriadi.

Sementara itu, salah seorang warga Luppung Ujung Loe, Emma, mengaku sudah berupaya melaporkan kebocoran ini jauh-jauh hari kepada petugas setempat bernama Sadiman. Namun, hingga saat ini laporan tersebut belum membuahkan hasil yang memuaskan.

“Saya sudah sampaikan ada kebocoran di sana, tetapi jawabannya itu urusan PDAM kabupaten yang menangani,” keluh Emma.

Ia berharap agar pihak PDAM, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten, segera turun tangan melakukan perbaikan agar distribusi air bersih dapat kembali normal dan tidak mengganggu aktivitas warga sehari-hari.

Pihak PDAM memohon kesabaran masyarakat selama proses penggalian dan perbaikan berlangsung dan berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini secepat mungkin.

Laporan: Biro Sulselbar | Editor: Redaksi LIRANEWS.co | Penulis: Abd. Rahman

Previous Post

Rehabilitasi Tambak di Muara Bengalon Rp19 Miliar Disorot, LSM LIRA Minta APH Turun Tangan

Next Post

Sengkarut Limbah Ilegal di Kawasan Berikat Morosi: PPI Beberkan Keterlibatan Oknum Bea Cukai dan Polisi

Add a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *