Menyusul Penolakan Warga, PT. Tahta Indonesia Muda Siapkan Tiga Opsi untuk Proyek Batching Plant di Tanjung Laut Indah

BONTANG, LIRANEWS.co | PT. Tahta Indonesia Muda mengaku telah menyiapkan sejumlah opsi penyelesaian menyusul penolakan sebagian warga terkait rencana pembangunan Batching Plant (Pabrik beton siap pakai) di kawasan Tanjung Laut Indah, Kota Bontang. Langkah ini diambil setelah sosialisasi tahap pertama menemui kendala.
Eko Yulianto, S.H., Legal Head Division PT. Tahta Indonesia Muda, mengungkapkan bahwa hasil sosialisasi yang melibatkan perwakilan dinas terkait dan tokoh masyarakat telah dilaporkan kepada pimpinan perusahaan.
“Kami telah menyiapkan beberapa skenario untuk mencari solusi terbaik,” kata Eko dalam keterangannya, Jumat (30/01/2026).

Opsi yang disiapkan perusahaan berjenjang, dimulai dari langkah paling ringan hingga paling signifikan. Opsi pertama adalah dengan melakukan pemagaran ketat pada bagian lokasi yang berbatasan langsung dengan permukiman warga.
“Jika ini belum diterima, opsi kedua adalah menggeser titik lokasi pabrik dari rencana semula ke arah yang lebih jauh dari kawasan hunian,” jelas Eko.
Opsi terakhir, yang disebut sebagai langkah final, adalah memindahkan lokasi pembangunan ke area di luar wilayah Tanjung Laut Indah sepenuhnya.
Di tengah upaya mencari solusi tersebut, pihak PT. Tahta Indonesia Muda menyampaikan catatan kritis mengenai kemudahan berinvestasi di Kota Bontang.
Eko mengakui bahwa Pemerintah Kota Bontang melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, aparatur kelurahan, serta TNI dan Polri dinilai sudah cukup ramah dan sangat mendukung investasi.
“Namun, sayang sebagian tokoh masyarakatnya dinilai masih belum ramah terhadap investasi,” ucapnya.
Perusahaan yang mengklaim sebagai pengusaha lokal ini merasa diperlakukan tidak adil. Padahal, mereka telah mengurus perizinan proyek ini sejak setahun yang lalu.
“Kami sebagai pengusaha lokal yang sudah mengantongi ijin dan sudah mengikuti prosedur diperlakukan sedemikian rupa dan merasa dipersulit oleh sekelompok warga. Bagaimana dengan perusahaan luar dengan skala yang lebih besar? Apakah mereka akan mau berinvestasi di Kota Bontang jika kondisinya seperti ini?” tandas Eko.
Ia kemudian mengaitkan hambatan investasi dengan kondisi sosial ekonomi Bontang. Menurutnya, tidak mengherankan jika pertumbuhan ekonomi kota melambat, kesejahteraan dinilai menurun, angka kemiskinan meningkat, terjadi sejumlah kasus stunting pada anak-anak, angka pengangguran bertambah, dan kejahatan jalanan merajalela.

Di sisi lain, perusahaan memaparkan alasan dan manfaat kehadiran Pabrik Batching Plant ini. Rencana pendirian pabrik disebut telah disiapkan jauh hari untuk memenuhi permintaan pasar, khususnya dari para kontraktor yang kerap kesulitan mendapatkan beton siap pakai saat permintaan sedang tinggi-tingginya.
“Selama ini layanan penjualan beton didominasi oleh PT. KIE. Kehadiran pabrik baru akan menciptakan mekanisme pasar yang sehat dan mencapai harga jual yang lebih kompetitif, yang pada akhirnya menguntungkan masyarakat dan pembangunan Kota Bontang,” papar Eko.
Manfaat lain yang diharapkan adalah pengurangan mobilitas material konstruksi. Dengan adanya pengolahan beton di lokasi yang dekat dengan pelabuhan, material dapat langsung diolah di tempat. Hal ini diyakini akan mengurangi volume angkutan berat, sehingga dampak lingkungan dan lalu lintas material pun dapat lebih terkontrol.
Disamping itu perusahaan dapat membuat MoU tersendiri bersama masyarakat terkait komitmen perusahaan terhadap tanggung jawab sosial (CSR). Tentu hal ini bisa dilakukan dengan adanya sinergi bersama antara perusahaan, pemerintah dan masyarakat.
Saat ini, komunikasi antara pihak perusahaan, pemerintah kelurahan, dan perwakilan warga diperkirakan masih akan terus berlanjut untuk membahas opsi-opsi yang telah diajukan.
“Tentu saja kami lebih berhati-hati dalam menyikapi masalah ini, mengingat hubungan baik antara perusahaan dengan masyarakat sekitar telah terjalin cukup lama, jauh sebelum pendirian pabrik Batching Plant ini dilakukan dan tentunya kami berharap nantinya akan ada solusi yang terbaik untuk kita semua” pungkasnya.

Laporan: Biro Bontang | Editor: Redaksi LIRANEWS.co | Penulis: Yudha








