Berita Populer

Kontrol Publik Anggaran Pendidikan, JAMPER Kaltim Soroti Temuan BPK soal Dana BOS Kutim

Halal Bihalal Demokrat Gresik Jadi Ajang Konsolidasi, Target 7 Kursi DPRD di Pemilu 2029

KISAH INSPIRATIF: Tak Berebut Anggaran, Wanita Ini Bangun “Kerajaan” Mandiri untuk 15.000 Santri Gratis

Macet Berbulan-bulan, Warga Ujung Loe Bulukumba Keluh Soal Distribusi Air PDAM

Macet Berbulan-bulan, Warga Ujung Loe Bulukumba Keluh Soal Distribusi Air PDAM

BULUKUMBA, LIRANEWS.CO | Keluhan kembali terdengar dari warga Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Pasalnya, distribusi air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat dilaporkan macet total selama beberapa bulan terakhir. Gangguan ini pun menambah daftar panjang persoalan pelayanan air bersih yang kerap dialami warga.

Menanggapi keluhan tersebut, Andi Gusna, salah seorang karyawan PDAM Tanah Beru Bonto Bahari, memberikan penjelasan. Ia mengungkapkan bahwa kendala utama terletak pada menurunnya debit air di sumber mata air Lotong-Lotong.

“Debit air Lotong-Lotong memang sudah kurang. Tapi sejak kemarin kami terus mencoba mencari solusi, jangan sampai ada penyumbatan di bawah. Kemarin juga ada tiga orang personel yang turun menyelam untuk mengecek kondisi,” ujar Andi Gusna, Jumat (03/04/2026).

Meskipun distribusi air dari Lotong-Lotong ke Ujung Loe berasal dari sumber yang sama, Andi Gusna menjelaskan bahwa kedua wilayah tersebut memiliki sistem pompa yang berbeda. Untuk wilayah Ujung Loe, teknis operasional berada di bawah kendali seorang petugas bernama Takdir.

Lebih lanjut, Andi Gusna membeberkan kondisi memprihatinkan yang dialami internal PDAM. Ia menyebutkan bahwa selain faktor alam, kendala finansial yang berat menjadi penghambat utama optimalisasi pelayanan.

“Kami sangat butuh bantuan dari pemerintah. Jangankan untuk perbaikan pipa, untuk membayar listrik saja kami sudah tidak mampu. Bahkan gaji pegawai pun sering tidak menentu, meskipun mereka tetap rajin bekerja,” ungkap Andi Gusna dengan nada prihatin.

Sementara itu, salah seorang warga, Abdul Rahman, berharap ada tindakan nyata dari Pemerintah Kabupaten Bulukumba dan pihak legislatif. Menurutnya, pemerintah perlu segera melakukan penyertaan modal untuk perbaikan infrastruktur pipa yang sudah banyak mengalami kebocoran.

Selama ini, pihak PDAM mengaku sering menerima janji bantuan, namun hingga saat ini realisasinya belum kunjung terlihat. Kondisi ini kontras dengan harapan masyarakat yang sangat bergantung pada pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Abdul Rahman mengaku sempat menghubungi Bupati Bulukumba, A. Mukhtar Ali Yusuf, melalui pesan singkat. Menurutnya, Bupati merespons dengan singkat.

“Beliau menjelaskan, ‘Oke, nanti saya cek dulu. Saya paham bahwa PDAM Bulukumba tidak cukup biaya operasionalnya. Iuran pembayaran dari pelanggan tidak cukup untuk biaya operasional dan itu menjadi kendala utama’,” ujar Abdul Rahman menirukan pesan Bupati.

Bupati Mukhtar Ali Yusuf pun turut menambahkan bahwa ketidakcukupan biaya operasional menjadi akar masalah utama, sehingga pergantian pipa yang rusak masih sulit dilakukan.

Hingga berita ini diturunkan, warga Ujung Loe masih menunggu kepastian kapan distribusi air bersih akan kembali normal. Sementara itu, petugas di lapangan terus berupaya melakukan perbaikan di tengah keterbatasan fasilitas yang ada.

Laporan: Biro Bulukumba | Editor: Redaksi LIRANEWS.co | Penulis: Abd. Rahman

Previous Post

JUM’AT KERAMAT: BPK Temukan Insentif Penggiat Keagamaan Tumpang Tindih di Bontang, Aktivis Soroti Tata Kelola Bagian Kesra

Next Post

Pidato Ayatullah Mojtaba Khamenei di Teheran: Serukan Persatuan Umat Islam dan Doa untuk Palestina

Add a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *