Ketua Komisi II DPRD Nunukan Tegaskan Prioritas Infrastruktur di Musrembang

NUNUKAN, LIRANEWS.co | Ketua Komisi II DPRD Nunukan, A Fajrul Syam SH, menegaskan komitmennya dalam mengawal aspirasi masyarakat Daerah Pemilihan (Dapil) 2 Kecamatan Nunukan Selatan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Wilayah Nunukan Induk dan Nunukan Selatan. Acara yang digelar di Cafe Sayn pada Jumat (13/2/2025) ini diharapkan menjadi ruang evaluasi dan koreksi nyata terhadap arah kebijakan pembangunan daerah.
A Fajrul menekankan bahwa forum perencanaan seperti Musrembang tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial tahunan tanpa keberanian untuk menetapkan prioritas yang benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat. Menurutnya, keluhan utama yang sering disampaikan masyarakat adalah ketimpangan infrastruktur produksi yang secara langsung menghambat pertumbuhan ekonomi rakyat.
“Pemerintah daerah sering mengatasnamakan efisiensi anggaran, namun lupa bahwa efisiensi sejatinya diukur dari dampak ekonomi, bukan dari kecilnya nilai belanja,” tegas A Fajrul.
Ia memberikan dua contoh konkret yang menggambarkan pentingnya infrastruktur produksi. Pertama, pada sektor perikanan rumput laut, jerambah yang berfungsi baik mampu menopang perputaran ekonomi hingga Rp7,2 miliar per tahun dengan asumsi melibatkan sekitar 100 petani. Namun, ketika jerambah rusak dan produktivitas turun sekitar 20 persen, masyarakat kehilangan potensi ekonomi hingga Rp1,4 miliar.
Kedua, pada sektor pertanian, Jalan Usaha Tani (JUT) di kawasan persawahan seluas 100 hektare mampu meningkatkan produktivitas sedikitnya 15 persen atau setara 75 ton gabah per tahun. Nilai ekonomi dari peningkatan tersebut mencapai sekitar Rp412 juta per tahun.
“Dua contoh ini menunjukkan bahwa persoalan utama bukan keterbatasan anggaran, melainkan ketidaktepatan dalam memilih program prioritas. Infrastruktur kecil seperti jerambah dan JUT justru memiliki dampak ekonomi yang besar, langsung, dan berulang setiap tahun. Mengabaikannya berarti membiarkan pertumbuhan ekonomi berjalan di tempat dan masyarakat tetap bertahan di zona kemiskinan,” ujar A Fajrul.
Ia menegaskan bahwa Musrembang hari ini harus menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk berani berpihak pada program-program yang benar-benar menggerakkan ekonomi rakyat. “Pemerataan infrastruktur produksi adalah kunci agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercatat rapi, tetapi harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Nunukan H Irwan Sabri SE dalam sambutannya menyatakan bahwa forum ini merupakan instrumen penting untuk memastikan pemerataan infrastruktur dan penguatan ekonomi inklusif, khususnya bagi wilayah yang menjadi beranda terdepan daerah.
“Kita ingin memastikan setiap usulan masyarakat di wilayah pulau ini dikaji secara objektif dan konstruktif. Prioritas utama kita adalah program yang memberikan pelayanan terbaik dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat pulau,” tutup H Irwan Sabri.
Musrembang ini diharapkan mampu menghasilkan prioritas pembangunan yang berpihak pada kebutuhan riil masyarakat, terutama dalam mendukung sektor-sektor produktif yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal.
Laporan: Biro Nunukan | Editor: Redaksi LIRANEWS.co | Penulis: Abd. Rahman








