Berita Populer

LSM LIRA Kolaka Aktifkan Satgas Pengawas Program Makan Bergizi Gratis

Aksi Jilid IV di Kejagung, Mahasiswa Desak BRHN Segera Ditersangkakan dalam Kasus Jembatan Cirauci II

Kabar Gembira Bagi Masarakat Bawean Mudik Gratis Kouta 3800 Tiket

Dari Ibu Rumah Tangga Pendiam hingga Buronan Interpol: Paryatin Ternyata Otak Penyelundupan Sabu Rp 5 Triliun

PONOROGO, LIRANEWS.co | Dunia bawah tanah kejahatan narkoba Internasional ternyata menyentuh kehidupan tenang sebuah dusun di Ponorogo. Paryatin (43), warga Dusun Sumber Agung, Balong, yang dikenal warga sebagai ibu rumah tangga pendiam dan mantan TKW, ternyata adalah buronan kelas kakap dengan identitas ganda: Dewi Astutik. Ia baru saja ditangkap di Kamboja terkait kasus penyelundupan 2 ton sabu senilai fantastis, Rp 5 triliun.

Kehidupan di Dusun Sumber Agung,Desa Balong, Ponorogo, mendadak gempar. Kabar yang tak terduga menerpa warga: tetangga mereka yang selama ini dikenal sebagai Paryatin, perempuan biasa yang jarang terlihat, ternyata adalah target buruan bersama Interpol dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Selama ini, Paryatin hanya dikenal sebagai tenaga kerja wanita (TKW) yang sering ke luar negeri. Sikapnya yang pendiam dan jarang berinteraksi di kampung tidak pernah menimbulkan kecurigaan.

“Nama aslinya Paryatin. Kerja dari rumah tidak ada yang tahu pasti, tidak pernah pamit jelas. Tahu-tahu berangkat lagi ke luar negeri. Kalau soal detailnya mungkin suaminya yang lebih tahu,” ujar Ketua RT Sumber Agung, Purnomo, Rabu (3/12/2025).

Keterkejutan warga memuncak ketika foto-foto penangkapan beredar. Purnomo membenarkan, wajah dalam foto itu adalah Paryatin yang mereka kenal.

“Secara foto, secara orang ya benar. Itu Paryatin,” tegasnya.

Ia mengungkapkan fakta yang lebih mengejutkan: nama Dewi Astutik yang dipakai sebagai identitas buronan internasional, ternyata adalah nama adik kandung Paryatin yang tinggal di Singkil, Balong.

Dewi Astutik alias Paryatin (PA) akhirnya berhasil ditangkap dalam operasi gabungan BNN, Interpol, dan BAIS di Kamboja. Ia disebut sebagai tokoh kunci dalam jaringan yang menyelundupkan 2 ton sabu-sabu dengan nilai sekitar Rp 5 triliun—angka yang sulit dibayangkan warga berasal dari perempuan sederhana di tengah mereka.

Penangkapan ini mengakhiri pelariannya yang berlangsung bertahun-tahun, dimulai sejak ia bekerja sebagai TKW. Warga Balong kini masih berusaha mencerna kenyataan pahit bahwa kedamaian dusun mereka ternyata bersinggungan dengan kejahatan narkoba berskala global.

Sosok pendiam yang mereka anggap biasa, ternyata menyimpan rahasia besar yang mengguncang dunia.

Tag: #Narkoba #Interpol #BNN #Ponorogo #Buronan #Sabu #Kamboja

Previous Post

Buron Narkoba Rp 5 Triliun Tumbang di Kamboja, Aktor Utama Jaringan Fredy Pratama Diringkus

Next Post
Foto: Pengurus PWJT dari kiri Sriyadi, Wibisono Triatmojo & Eko Yulianto.

Paguyuban Warga Jawa Timur (PWJT) Ucapkan Selamat HUT Ke-23 IKPB, Harapkan Sinergi Perkuat Pembangunan Kota Bontang

Add a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *