Berita Populer

Terkuak! Dugaan Mega Skandal BBM Subsidi di Jalur Poros Bontang, Armada PT Elnusa Terlibat “Kencing” Solar Ilegal

Kapolda Aceh Copot Kasat Narkoba Polres Aceh Tenggara, DPD LSM LIRA Indonesia Beri Apresiasi

Hutan di Konawe Diduga Digunduli, LSM LIRA Desak Polres Turun Tangan

Dari Grand Opening Re Mentari: Kemandirian UMKM Bontang pasca Tambang lewat Tiga Konsep PAMA INDO

BEKESAH.co, Bontang – PT Pamapersada Nusantara Distrik Indominco (PAMA INDO) punya tiga konsep dalam mengimplementasikan Corporate Social Responsibility (CSR). Yakni pembinaan, pelatihan, dan pemodalan. Strategi ini ternyata tidak cuma berlaku pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) kuliner –stigma yang cukup melekat pada UMKM binaan PT PAMA. Tapi juga mencakup seluruh sektor ekonomi.

Viola Cantika Ahmad, perwakilan CSR PAMA INDO, mengatakan banyak masyarakat yang mengira jika UMKM binaan PAMA INDO hanya dibidang kuliner. Nyatanya, mereka juga banyak bergerak dalam pembinaan di UMKM bidang lain. Salah satunya pembuatan souvenir seperti Re Mentari. UMKM ini mendapat pendampingan dari PAMA INDO dalam upaya mengembangkan ekonomi kreatif (ekraf).

“PAMA itu tidak hanya membina UMKM makanan. Semua UMKM masyarakat kami dukung. termasuk ekraf seperti ini,” ucapnya, saat menghadiri Grand Opening Re Mentari, Minggu (23/11/2025), di Jalan Mayor Jenderal D. I. Panjaitan, Kota Bontang.

Kata Viola, kehadirannya di Grand Opening Re Mentari merupakan bentuk dukungan PAMA INDO terhadap UMKM lokal. “Re Mentari ini UMKM binaan kami. Jadi kami datang sebagai bentuk apresiasi dan dukungan,” ujarnya.

Menurutnya, perkembangan UMKM di Kota Taman menunjukan tren positif. Dia menyebut, masyarakat kini sadar pentingnya betapa pentingnya memiliki usaha sendiri. “Perkembangan UMKM di Bontang sudah cukup baik. Masyarakat sekarang lebih aware. Mindsetnya tidak hanya bekerja di perusahaan sekitar, tapi juga membangun usaha,” ungkapnya.

Dari program Lembaga Pemberdayaan Perempuan (LPP) dan pelbagai wadah UMKM lainnya, lanjut Viola, terlihat ada peningkatan signifikan. Dia menilai, dulu banyak pelaku UMKM yang kurang aktif. Namun kini kembali mulai terlibat di pelbagai kegiatan. “Sekarang lebih banyak yang aktif karena mereka sudah sadar pentingnya usaha untuk hari ke depan,” ulasnya.

PAMA INDO, kata Viola, memiliki harapan besar bisa kolaborasi mereka UMKM lokal. Makanya, konsep utama yang dijalankan perusahaan yang bergerak dalam jasa kontraktor pertambangan batubara ini tak sekadar mendorong. Mereka juga terlibat aktif dalam proses pembinaan, pelatihan, hingga pemodalan. “Pembinaan dan pelatihan sesuai kebutuhan UMKM lokal. Termasuk pelatihan teknologi dan program binaan lainnya,” urainya.

“Dukungan ini kami mampu mendorong UMKM di Bontang menjadi lebih maju dan mandiri. Ini adalah upaya PAMA mempersiapkan masyarakat menghadapi pascatambang. Jadi nantinya jika PAMA sudah tidak ada, masyarakat sudah mandiri dengan usaha yang sejak awal kami dorong,” timpal Viola. (*)

Previous Post

Presiden Beri Rehabilitasi kepada Eks Dirut ASDP Ira Puspadewi, Komisi III DPR: Penegak Hukum Tak Boleh Gegabah

Next Post
Tes Ekonomi Nasional

Bank Mandiri Gelar Livin’ Fest 2025 di Bali, Expo Sinergi UMKM dan Ekonomi Kreatif

Add a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *